
Polusi udara di India telah merenggut 1,24 juta jiwa pada tahun 2017, atau 12,5 persen dari total kematian yang tercatat pada tahun itu
JawaPos.com - Polusi udara di India telah merenggut 1,24 juta jiwa pada tahun 2017, atau 12,5 persen dari total kematian yang tercatat pada tahun itu. Dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (7/12), hal itu dikutip dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal, Lancet Planetary Health mengatakan, lebih dari 51 persen orang yang meninggal karena polusi udara usianya kurang dari 70 tahun.
Dari total, sekitar 670 ribu orang meninggal akibat polusi udara di lingkungan yang lebih luas dan 480 ribu dari polusi rumah tangga terkait dengan penggunaan bahan bakar untuk memasak.
Ibu Kota India, New Delhi paling terpapar partikel kecil dan bahaya. Partikel yang dikenal sebagai PM 2,5, tersebut dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan menyebabkan masalah kesehatan utama, kata studi tersebut.
Studi itu mengatakan, harapan hidup rata-rata di India pada 2017 akan lebih tinggi 1,7 tahun jika kualitas udara berada pada tingkat yang sehat. Hasil penelitian ini, tidak sesuram laporan terbaru oleh University of Chicago yang mengatakan, paparan polusi yang berkepanjangan mengurangi harapan hidup orang India selama lebih dari empat tahun.
Studi baru mengatakan India memiliki proporsi yang lebih tinggi dari kerugian kesehatan global akibat polusi udara. "Temuan menunjukkan bahwa dampak polusi udara terhadap kematian dan harapan hidup di India mungkin lebih rendah dari perkiraan sebelumnya tetapi dampak ini masih cukup besar," kata studi itu.
Studi yang dilakukan oleh para akademisi dan ilmuwan dari berbagai institusi di dalam dan di luar India itu didanai oleh Bill & Melinda Gates Foundation, Pemerintah India, dan Indian Council of Medical Research.
Kualitas udara di Ibu Kota India, New Delhi, kota yang paling tercemar di dunia, telah berubah status dari tingkat parah hingga berbahaya beberapa kali dalam dua bulan terakhir. Pada hari Selasa, pengawas lingkungan India, National Green Tribunal (NGT), menampar Pemerintah Delhi dengan denda USD 3,5 juta karena gagal menegakkan aturan untuk mengurangi kabut asap.
NGT menghukum pemerintah ibu kota karena kurangnya pengawasan setelah muncul beberapa industri pencemar masih membakar sampah berbahaya di tempat terbuka. Tribunal itu mendengar sebuah permohonan dari warga Delhi yang mengeluh tentang pabrik-pabrik yang melanggar undang-undang karena kota itu gagal menangani krisis udara.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
