Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2018 | 13.05 WIB

Ini Penyebab Utama Pemanasan Global

Pemanasan Global - Image

Pemanasan Global

JawaPos.com - National Aeronautics and Space Administration (NASA) merilis analisis yang terjadi pada permukaan bumi selama 2017. Hasilnya, suhu rata-rata bumi tahun lalu 1,62 derajat Fahrenheit lebih hangat daripada suhu rata-rata antara tahun 1951 dan 1980.


Dalam laporan lainnya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menggunakan metodologi pengukuran suhu yang berbeda juga menyimpulkan permukaan suhu bumi 1,51 derajat Fahrenheit di atas rata-rata bila dibandingkan dengan abad ke-20. Ini berada di peringkat ketiga terpanas setelah tahun 2016 dan 2015.


Baik NASA maupun NOAA memiliki kesimpulan kalau suhu bumi memanas. Lima tahun terpanas telah terjadi sejak 2010.


"Tidak seperti 2016, suhu panas 2017 tidak berkaitan dengan El Nino, pola dari Samudera Pasifik yang biasa menyebabkan suhu lebih hangat. Suhu panas pada 2017 tidak ada kaitannya dengan El Nino," terang Director of NASA’s Goddard Institute for Space Studies, Gavin Schmidt.


Pemanasan suhu terkuat salah satunya terjadi di Arktik, belahan utara bumi. Seperti yang divisualisasikan dalam peta dari 2013 sampai 2017, suhu rata-rata naik empat derajat Fahrenheit dari patokan suhu NASA sejak 1951 sampai 1980.


Es laut Arktik menutupi sekitar 4,01 juta mil persegi, menandai angka terkecil kedua sejak 1979.


"Analisis yang kami lakukan tahun ini dilakukan dengan cara yang sama, dengan jumlah ketelitian yang sama persis. Pada tahun-tahun saya berada di posisi ini, dan ini adalah tahun kesembilan saya," kata Kepala Pemantauan Pusat Informasi Lingkungan Nasional NOAA, Deke Arndt.


Fenomena ini memang sudah jelas. Suhu rata-rata telah meningkat secara signifikan pada abad ini. Penyebab suhu semakin panas antara lain emisi gas rumah kaca dari pembakaran bahan bakar fosil, penggundulan hutan, industrialisasi pertanian.


"Pada dasarnya komponen nomor satu semua pemanasan global dalam 60 tahun terakhir ini disebabkan oleh aktivitas manusia dan emisi karbon dioksida," Arndt.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore