
Photo
JawaPos.com - Enam bulan ke depan akan menentukan apa yang akan terjadi pada pandemi Covid-19 setelah berbagai pengembang vaksin merilis vaksin Covid-19 dan disuntikkan pada populasi. Apakah vaksin itu akan efektif dan memberikan kekebalan kepada orang-orang atau gagal. Lalu bagaimana dengan Covid-19 di masa depan? Bisakah kehidupan normal sebelum pandemi?
Meski sulit untuk percaya bahwa pandemi akan berakhir, data dari virus Korona sebelumnya seperti SARS dan MERS membuktikan bisa berakhir. Namun, bukan berarti SARS-CoV-2 akan hilang sama sekali karena sulit memberantas penyakit menular meski dengan vaksin yang sangat efektif.
Dilansir dari Science Times, Senin (18/1), menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Science, Peneliti dari Emory University, Atlanya dan Tge Pennsylvania State University, University Park, AS menjelaskan kemungkinan besar Covid-19 tidak akan hilang di masa depan. Sebaliknya, penyakit itu akan berubah menjadi penyakit musiman seperti flu atau influenza tahunan.
Para peneliti meninjau bagaimana virus Korona lain di masa lalu untuk lebih memahami bagaimana virus Korona jenis baru berperilaku di masa depan. Dari 6 virus Korona yang diketahui, 4 di antaranya dapat menyebabkan flu biasa, sementara dua lainnya yang disebut SARS dan MERS, lebih mematikan seperti SARS-CoV-2.
Sementara SARS dan MERS sebagian besar tertahan dan tidak pernah benar-benar menyebar ke seluruh dunia seperti besarnya SARS-CoV-2. Keempat virus Korona telah menjadi endemi di banyak tempat di seluruh dunia karena mereka secara teratur melewati populasi dan menyebar dengan mudah.
Para peneliti menggunakan karakteristik 4 virus Korona endemi untuk membuat model yang akan mengetahui apa yang mungkin terjadi pada SARS-CoV-2 di tahun-tahun mendatang. Studi mereka menunjukkan bahwa semakin banyak anak di bawah lima tahun yang terpapar virus Korona baru, mereka akan memiliki respons kekebalan yang lebih baik. Dan kasus yang lebih ringan akan mereka dapatkan, seperti laporan Popular Science.
Studi tersebut memprediksikan bahwa sekali lagi orang mendapatkan vaksinasi atau terpapar virus, SARS-CoV-2 pada akhirnya juga akan menjadi virus endemik. Terutama akan menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dalam bentuk penyakit yang relatif jinak.
Berapa Lama Kekebalan Vaksin COVID-19 Bertahan?
Menurut CDC, dibutuhkan waktu beberapa minggu bagi tubuh untuk membangun kekebalan terhadap Covid-19 setelah vaksinasi. Artinya masih mungkin tertular SARS-CoV-2 setelah divaksinasi dan tetap sakit karena vaksin belum cukup waktu untuk memberikan perlindungan.
Vaksin tersebut bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk mengenali SARS-CoV-2 sehingga mengetahui cara melawan virus penyebab Covid-19 dan melindungi tubuh agar tidak sakit. Namun tentu saja, belum ada vaksin yang tersedia dan 100 persen efektif mencegah Covid-19. Untuk saat ini, maka kuncinya selalu ikuti pedoman kesehatan agar tidak tertular.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/RknY8hLReCo
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
