Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Oktober 2017 | 23.26 WIB

Museum Dituduh Rasis karena Sejajarkan Foto Orang Afrika dan Hewan

CENDERUNG RASIS: Salah satu foto yang memicu protes. - Image

CENDERUNG RASIS: Salah satu foto yang memicu protes.

JawaPos.com – Salah satu museum di Tiongkok menghentikan pameran foto mereka sebelum jadwalnya. Alasannya, foto-foto yang dipamerkan dinilai terlalu rasis. Dalam foto itu terlihat orang Afrika yang bersanding dengan foto binatang.


Bertajuk This Is Africa di Hubei Provincial Museum di kota Wuhan, Tiongkok, pameran itu memang menampilkan foto-foto orang Afrika yang disejajarkan dengan foto hewan. Salah satu yang sangat mencolok, adalah foto seorang anak dengan mulut terbuka lebar dipasangkan dengan gorila.


Tidak hanya gorila, binatang yang juga dijadikan objek adalah babon dan cheetah. ”Setelah ada komplain dari orang-orang Afrika, termasuk yang tinggal di Tiongkok, kami memutuskan untuk menghentikan pameran itu,” ujar kurator museum tersebut.


Semua foto itu diambil oleh Yu Huiping, seorang tokoh konstruksi yang telah melakukan perjalanan ke Afrika lebih dari 20 kali. Sebelumnya Yu telah memenangkan penghargaan untuk karyanya dan merupakan wakil ketua Asosiasi Fotografer Hubei.


Kepekaan rasial sering kali kacau di Tiongkok. Negara-negara Afrika belakangan menjadi mitra dagang yang semakin penting, namun stereotip budaya mendominasi wacana populer Tiongkok. Wang Yuejun, salah seorang kurator pameran, mengatakan bahwa perbandingan antara manusia dengan hewan dalam budaya Tiongkok biasanya dilihat sebagai pujian.


”Menunjukkan tanda-tanda zodiak yang mengidentifikasi orang-orang dengan hewan menurut tahun kelahiran mereka,” katanya. ”Bukan rasis. Dan target pameran ini adalah orang-orang etnis Tiongkok,” kata Wang.


Namun museum tersebut memahami bahwa gambar tersebut menyinggung teman-teman Afrika. Dan, foto-foto itu akan dilepaskan untuk menunjukkan rasa hormat atas keprihatinan mereka.


Sifat kecewa atas pameran itu kali pertama kali dilayangkan oleh pengguna Instagram asal Nigeria, Edward E Duke. Dalam sebuah postingan, yang kemudian dihapus, dia bertanya mengapa museum memajang gambar tertentu di samping hewan liar.(*)


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore