Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Edy Pramana
Rabu, 11 Januari 2023 | 14.07 WIB

Virus Dibawa Siapa Saja, Singapura Bebaskan Turis Tiongkok dari Tes

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Saat sejumlah negara memperketat dan melarang turis asing dari Tiongkok karena lonjakan Covid-19 yang parah, tak demikian Singapura. Singapura membebaskan turis Tiongkok dari tes Covid-19, sebab virus sejatinya bisa dibawa siapa saja dan dari negara mana saja.

"Tidak ada tes Covid-19 pra-keberangkatan untuk pelancong dari Tiongkok karena kasus yang parah dapat berasal dari mana saja," kata Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung.

Memasang persyaratan seperti itu, kata dia, menimbulkan pertanyaan para pelancong dari daerah lain yang menyumbang lebih banyak infeksi dan kasus parah. Negara lain bisa saja membawa virus juga.

"Bagaimana dengan komunitas lokal yang kita tahu kondusif untuk menyebarkan penyakit dan dapat mendorong jumlah infeksi dan kasus yang parah," tanya Ong.

“Dengan memicu PDT (persyaratan tes pra-keberangkatan) pada pelancong dari satu bagian dunia yang mengalami jumlah infeksi tinggi, apakah kita berkontribusi pada preseden internasional untuk memberlakukan tes pada pelancong dari negara-negara yang mengalami gelombang infeksi? Bagaimana negara lain akan memperlakukan pelancong dari Singapura ketika kita menghadapi gelombang infeksi lain," papar Ong.

Tiongkok mencabut semua kontrol perbatasan dan pembatasan pandemi mengakhiri tiga tahun kebijakan nol-Covid yang ketat. Ini termasuk menghapus persyaratan karantina untuk kedatangan internasional, dan membuka kembali penyeberangan laut dan darat dengan Hongkong.

Terlepas dari gelombang infeksi besar di Tiongkok, Ong mengatakan para pelancong dari negara itu hanya menyumbang sebagian kecil dari kasus Covid-19 impor di Singapura. Dalam empat minggu menjelang 1 Januari, dia mengatakan Singapura telah mendeteksi sekitar 200 pelancong positif Covid dari Tiongkok, terhitung kurang dari 5 persen dari total infeksi impor dan satu dari tujuh kasus parah.

Selain itu, tidak ada kasus infeksi parah yang datang dari Tiongkok sejak 1 Januari. Saat ini, Singapura menjalankan 38 penerbangan mingguan dari Tiongkok, menerima antara 700 dan 1.000 kedatangan setiap hari.

"Ini kurang dari 10 persen sebelum pandemi, ketika negara itu menjalankan sekitar 400 penerbangan mingguan dari Tiongkok," sebut Ong.

"Kami tidak membeda-bedakan karena kasus yang parah dapat berasal dari negara mana pun, wilayah mana pun di dunia, seperti yang ditunjukkan oleh data kami," kata Ong.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore