
Afghan security forces stand guard at an Afghan National Army (ANA) outposts after an attack by Taliban militants, in Kunduz Province on March 4, 2020. - The US launched an airstrike against Taliban fighters to defend Afghan forces on March 4, an America
JawaPos.com – Militer AS baru saja meluncurkan serangan udara kepada beberapa pasukan Taliban di Provinsi Helmand pada Rabu (4/3) lalu. Serangan tersebut hanya berselang lima hari dengan penandatanganan kesepakatan perdamaian di Afghanistan. Meski begitu, pemerintahan Donald Trump bersikeras bahwa perjanjian tersebut masih berlaku.
Jubir Koalisi militer AS-Afghanistan Sonny Leggett mengatakan, serangan udara tersebut dijatuhkan di beberapa lokasi pejuang Taliban. Target mereka adalah kelompok yang sudah melakukan serangan kepada pasukan rezim Ashraf Ghani beberapa hari terakhir.
”Ini adalah serangan defensif untuk mengganggu rencana mereka,” ujar Leggett menurut Agence France-Presse.
Dia menjelaskan, Taliban sudah melakukan 43 serangan di Helmand pada Selasa (3/3). Mohammad Zaman Hamdard, juru bicara kepolisian Helmand, mengeklaim bahwa serangan dalam dua hari terakhir merupakan yang paling intens.
Beberapa jam sebelum serangan AS, Trump mengumbar ke media bahwa dirinya baru bicara dengan Mullah Baradar, petinggi Taliban. Menurut dia, mereka berbicara selama 35 menit mengenai tindak lanjut perjanjian yang ditandatangani di Doha Sabtu (29/2) lalu.
”Hubungan kami luar biasa. Dan mereka ingin menghentikan kekerasan sama seperti kami,” ungkap dia seperti dilansir Al Jazeera.
Klaim itu didukung pejabat Pentagon. Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS Mark Milley mengatakan bahwa konflik yang terjadi 48 jam terakhir bukanlah serangan skala besar. Menurut dia, masih banyak poin dalam perjanjian yang ditaati Taliban.
Milley menerangkan bahwa Taliban berjanji tidak menyerang ibu kota 34 provinsi atau Kabul. Mereka juga tak akan menyerang tokoh publik atau melakukan bom bunuh diri. ”Yang terpenting, belum ada serangan yang menargetkan tentara AS atau koalisi.”
Meski begitu, pakar mengatakan bahwa klaim AS terlalu mengentengkan masalah. AS sudah menyetujui untuk menukar 5 ribu personel Taliban dengan seribu tahanan pemerintah Afghanistan. Namun, Presiden Ashraf Ghani sendiri mengatakan bahwa kesepakatan itu belum disetujui.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
