
Photo
JawaPos.com - Pusat perbelanjaan di kawasan Bugis Junction Singapura menjadi klaster Covid-19. Kasus Covid-19 meluas di wilayah itu dan diduga awal mula penularan berasal dari pengunjung.
"Mungkin berasal dari pengunjung yang terinfeksi, dan kemudian menyebar di antara karyawan di mal," kata Direktur Layanan Medis Singapura Kenneth Mak seperti dilansir Straits Times.
Dia menambahkan bahwa penyebaran di antara karyawan di mal dapat disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadap langkah-langkah manajemen yang aman. Pihaknya masih menyelidiki klaster tersebut dan memeriksa bagaimana penyebarannya.
"Kami pikir itu mungkin berasal dari luar mal, dari masyarakat," katanya. "Tapi kemudian karena penyebaran di tempat kerja, orang lain bisa terinfeksi, melibatkan department store di dalam mal dan outlet lainnya," tambahnya.
Klaster di Bugis Junction muncul pada 24 Agustus dengan 20 kasus, dan telah meluas menjadi 246 kasus pada Kamis (2/9). Diinformasikan bahwa 20 kasus pertama adalah semua staf mal.
Pada Jumat (3/9) pagi, mereka yang bekerja di mal mengatakan staf di department store terdapat setidaknya 70 kasus, atau lebih dari seperempat dari yang ada di klaster. Kemungkinan penularan dari masyarakat ke karyawan di mal dapat dikaitkan dengan kurangnya disiplin protokol kesehatan.
"Ini adalah situasi umum yang kami perhatikan terjadi di klaster lain juga," jelasnya.
Prof Mak menambahkan, mereka yang terinfeksi di dalam mal bisa saja memicu penularan melalui aktivitas seperti makan, atau saat menggunakan fasilitas umum seperti toilet. Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, menambahkan bahwa sangat sulit untuk melacak siapa yang memulai transmisi di mal.
"Penyelidikan ini melihat ke belakang, yang berarti kita harus menyelidiki dari mana infeksi itu berasal, jadi sangat sulit untuk menentukan secara spesifik bagaimana virus ditularkan dari satu orang ke orang lain," kata Gan.
"Mungkin salah satu pelanggan atau karyawan terinfeksi dan menyebar di antara karyawan di mal, di department store, dan kemudian diteruskan ke pelanggan lain, dan kemudian menjadi klaster yang lebih besar," tutur Gan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung, mengatakan bahwa meski klaster Bugis Junction telah berkembang, jumlah infeksi baru setiap hari ditekan dengan upaya pelacakan kontak. Salah satunya menutup toko, melacak dan menguji semua orang, dan karantina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022