Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juni 2023 | 01.32 WIB

Ungkapan Kesedihan Penumpang Kereta di India: Kami Selamat, tapi Banyak yang Mati di Sekitar Kami

Mukesh Pandit, salah satu penumpang selamat dalam kecelakaan kereta api di India. - Image

Mukesh Pandit, salah satu penumpang selamat dalam kecelakaan kereta api di India.

JawaPos.com - Tabrakan maut kereta di India, tepatnya di negara bagian Odisha timur (sebelumnya dikenal sebagai Orissa) pada Jumat (2/6) malam, menjadi yang terburuk di India pada abad ini. Kecelakaan itu melibatkan dua kereta penumpang dan kereta barang.

Para pejabat mengatakan beberapa gerbong dari Shalimar-Chennai Coromandel Express tergelincir di distrik Balasore, menabrak kereta barang stasioner dan beberapa gerbong terguling di jalur yang berlawanan. Kereta lain, Howrah Superfast Express, yang memiliki rute dari Yesvantpur ke Howrah, kemudian menabrak gerbong yang terbalik.

Laporan terbaru menyebut 288 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Namun, jumlah korban tewas diyakini bakal terus bertambah.

Sejumlah penumpang yang selamat menceritakan kejadian kepada BBC. Mereka sangat sedih dengan banyaknya korban yang tewas.

"Saya merasakan sedikit sentakan dan kereta tergelincir. Terdengar suara gemuruh dan kereta terbalik. Saya terjebak dan diselamatkan setelah setengah jam oleh penduduk setempat," ujar penumpang bernama Mukesh Pandit.

"Semua barang kami berserakan di luar. Saya tidak dapat menemukannya. Saya keluar dan duduk di tanah. Empat penumpang yang berangkat dari desa saya selamat, tetapi banyak orang yang terluka atau masih hilang," imbuhnya.

"Saya selamat, tapi banyak orang meninggal di dalam gerbong yang saya tumpangi. Mereka yang terluka parah dibawa ke rumah sakit," pungkas Mukesh Pandit.

Sementara itu, penumpang selamat lain bernama Ritik Kumar, mengaku beruntung bisa selamat dalam kecelakaan tersebut. Namun, dia sedih lantaran saudara laki-lakinya tak langsung menyelamatkan diri dan mengalami luka yang serius.

"Saudara laki-laki saya sedang duduk dan tertidyr, sementara saya berdiri di samping pintu gerbong. Ketika kereta terbalik, saya berhasil melarikan diri. Saya pikir saudara laki-laki saya juga akan melarikan diri, tetapi itu tidak terjadi. Dia terjebak di bawah kursi," cerita Ritik Kumar.

"Saya berlari kembali ke reruntuhan dan menariknya keluar. Saya juga menarik seorang gadis muda yang juga terjebak bersamanya. Saya menelepon polisi dan layanan ambulans tetapi mereka membutuhkan waktu setengah jam untuk sampai ke lokasi," pungkas Kumar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore