Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juni 2023 | 00.43 WIB

Tertindih Gerbong yang Terbalik, Korban Tewas Akibat Kecelakaan Kereta di India Diyakini Bertambah

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta api di India diyakini terus bertambah. - Image

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kereta api di India diyakini terus bertambah.

JawaPos.com - Kecelakaan kereta terjadi di wilayah Odisha Timur, India pada Jumat (2/6) waktu setempat. Kecelakaan nahas tersebut bahkan dikatakan sebagai yang terparah di dunia. Laporan terakhir 288 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka parah.

Tim penyelamat masih terus berjuang keras untuk menemukan korban selamat setelah kecelakaan kereta api tersebut. Sedikitnya 288 orang telah dipastikan tewas dan lebih diperkirakan 1.000 penumpang lainnya terluka.

Jumlah korban tewas diyakini bisa bertambah. Hal ini karena banyak orang diperkirakan masih terjebak di bawah gerbong yang terbalik dan saling bertumpukan.

"Kami sangat berharap untuk menyelamatkan siapa pun hidup-hidup," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Odisha, Sudhanshu Sarangi, kepada saluran berita lokal NDTV.

Penyebab kecelakaan tersebut masih belum jelas. Namun demikian, Menteri Perkeretaapian India Ashwini Vaishnaw mengatakan kepada wartawan, Sabtu (3/6) bahwa penyelidikan tingkat tinggi telah diperintahkan atas tabrakan tersebut.

Diketahui, kereta api menjadi salah satu sarana transportasi penting di India. Kereta api di India melayani 13 juta penumpang setiap hari. Pemerintah India baru-baru ini menginvestasikan banyak uang untuk meningkatkan jalur kereta api setelah selama bertahun-tahun infrastruktur tersebut rusak dan kurang terawat.

Di berbagai platform media sosial, beredar cuplikan video dan foto-foto dari lokasi kecelakaan yang menunjukkan kekacauan dan keputusasaan. Mayat-mayat terlihat tergeletak di samping kereta yang hancur, sementara petugas polisi dan korban selamat berdiri di dekatnya. Barang-barang pribadi penumpang terlihat berserakan di dalam gerbong dan jendela-jendela hancur.

Berbicara kepada wartawan, Narendra Singh Bundela, Inspektur Jenderal Operasi di Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRP), mengatakan tim telah menyelamatkan penumpang yang ditemukan hidup di lokasi, tetapi banyak mayat masih berada di bawah gerbong.

"Kereta itu sangat berat dan merupakan tugas yang sulit untuk memindahkannya dan mengidentifikasi mayat," kata Bundela menambahkan 17 gerbong anjlok dan rusak parah.

"Ini adalah insiden serius dan pemerintah telah memerintahkan penyelidikan. Sejauh yang saya tahu, ini adalah salah satu kecelakaan (paling) serius," pungkas Bundela.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore