Larry Ellison, pendiri dan tokoh sentral Oracle, yang mengarahkan taruhan besar perusahaan pada pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan global.
JawaPos.com — Ketika nama-nama besar Silicon Valley seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg mendominasi wacana kecerdasan buatan (AI), satu figur veteran justru kembali memegang kendali strategis: Larry Ellison.
Di usia 81 tahun, pendiri sekaligus pemegang kendali Oracle Corp. menempatkan perusahaan basis data raksasa itu pada taruhan terbesar sepanjang sejarahnya—membangun infrastruktur AI skala global.
Di tengah ledakan permintaan komputasi untuk AI generatif, Oracle memilih jalan agresif. Perusahaan ini mengucurkan belanja masif untuk pusat data, terutama guna melayani klien seperti OpenAI.
Strategi ini berbeda dari pesaing lama yang lebih berhati-hati, dan menempatkan Ellison kembali sebagai penentu arah di era teknologi baru yang penuh risiko.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (18/12/2025), Oracle menandatangani kontrak sewa sekitar 150 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.503 triliun, dengan kurs Rp 16.690 per dolar AS) dalam periode tiga bulan hingga November, sebagian besar untuk pusat data.
Jika rencana berjalan sesuai target, pendapatan Oracle diproyeksikan melonjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan, meski arus kas perusahaan akan tertekan dalam jangka menengah.
Namun, keberanian itu tak lahir dari ruang hampa. Ellison dikenal sebagai figur kompetitif sejak awal kariernya. “Dia sejauh ini adalah orang paling kompetitif yang pernah saya temui,” ujar Craig Conway, mantan eksekutif Oracle yang bekerja langsung di bawah Ellison pada 1990-an.
Reputasi itu dibangun melalui ekspansi agresif perangkat lunak basis data, termasuk kontroversi lama dengan regulator dan pesaing.
Pada fase awal, Wall Street menyambut langkah Oracle dengan euforia. Saham perusahaan melonjak tajam pada September setelah lonjakan pemesanan unit komputasi awan. Bahkan, Ellison sempat melampaui sahabatnya, Elon Musk, dalam Bloomberg Billionaires Index sebagai orang terkaya di dunia—sebuah simbol kebangkitan kembali pengaruhnya.
Meski demikian, kekhawatiran mulai muncul. Investor mempertanyakan lonjakan utang dan kelayakan ekonomi pusat data berskala raksasa. Keraguan itu diperkuat oleh fakta bahwa OpenAI—klien terbesar Oracle—juga memiliki komitmen besar dengan Amazon Inc. dan CoreWeave Inc., sehingga memunculkan risiko penumpukan kapasitas.
Tekanan pasar tercermin jelas pada kinerja saham. Sejak menyentuh rekor pada 10 September, saham Oracle telah merosot sekitar 44 persen. Harga credit-default swaps perusahaan—indikator perlindungan gagal bayar—ikut naik, menandakan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap kesehatan keuangan Oracle.
Di tengah gejolak itu, Ellison justru memperkuat cengkeramannya. Dia meningkatkan porsi saham yang dikendalikan langsung dan mengawasi belanja perusahaan secara lebih ketat. Bahkan, eksekutif keuangan tertinggi kini melapor langsung kepadanya, melewati dua co-CEO yang dipersiapkan menggantikan Safra Catz.
Oracle sebenarnya telah mengantongi kontrak jangka panjang yang besar. Perusahaan melaporkan nilai pesanan tertunda mencapai 523 miliar dolar AS (sekitar Rp 8.723 triliun)—modal penting untuk transformasi di era AI. Namun, eksekusi menjadi ujian sesungguhnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
