
Foto satelit letusan Hayli Gubbi (@simoncarn.bsky.social/Bluesky)
JawaPos.com - Gunung berapi Hayli Gubbi di wilayah Afar, Ethiopia, meletus untuk pertama kalinya dalam hampir 12.000 tahun pada Minggu (23/11). Letusan berlangsung selama beberapa jam dan memuntahkan abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 14 km ke atmosfer.
Melansir laporan The Guardian pada Senin (24/11), seorang pejabat lokal bernama Mohammed Seid menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun hewan ternak yang hilang akibat letusan tersebut. Namun, ia menilai peristiwa ini berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang sebagian besar bergantung pada peternakan.
“Meskipun tidak ada korban sejauh ini, banyak desa tertutup abu sehingga hewan ternak sulit mencari makan,” ujarnya.
Seid juga menekankan bahwa tidak ada catatan sejarah mengenai letusan Hayli Gubbi sebelumnya, sehingga situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Menurut Smithsonian Institution’s Global Volcanism Program, gunung api Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan sepanjang masa Holosen, yakni periode yang dimulai sekitar 12.000 tahun lalu setelah berakhirnya zaman es. Hal ini turut ditegaskan oleh Simon Carn, ahli vulkanologi dari Michigan Technological University, bahwa Hayli Gubbi tidak memiliki rekam jejak letusan di era Holosen.
Abu Tebal Menyebar ke Berbagai Wilayah
Melansir The Independent, abu tebal letusan terdeteksi bergerak melintasi wilayah Laut Merah, sebelum akhirnya menyebar ke Yaman, Oman, Pakistan, hingga India bagian utara pada Senin dan Selasa, menurut pantauan Volcanic Ash Advisory Centre dan India Meteorological Department (IMD).
Mengutip NDTV, awan abu vulkanik dari Hayli Gubbi mencapai wilayah Gujarat pada Selasa malam melalui Laut Arab, kemudian bergerak menuju Delhi sekitar tengah malam. Abu tersebut juga melintas di wilayah Rajasthan, Punjab, dan Haryana. Kepala IMD menyampaikan bahwa awan abu itu bergerak dengan kecepatan angin mencapai 150 km/jam.
Kesaksian Warga: Suara Gemuruh Seperti Ledakan Bom
Mengutip Times of India, saksi mata menggambarkan momen letusan sebagai peristiwa yang dahsyat dan mengejutkan. Banyak warga terbangun oleh suara ledakan keras di wilayah Afar, disertai gelombang kejut yang menyebabkan pintu dan jendela bergetar.
Salah satu warga, Ahmed Abdela, mengatakan bahwa letusan tersebut terasa seperti “bom yang tiba-tiba meledak disertai dengan asap dan debu".
Gangguan Penerbangan
Awan abu dari letusan menimbulkan gangguan dalam sektor penerbangan. Menurut NDTV, terdapat total 19 penerbangan internasional terdampak di bandara Delhi, dengan 7 penerbangan dibatalkan dan 12 lainnya mengalami keterlambatan.
Otoritas penerbangan India kemudian mengeluarkan imbauan agar maskapai menghindari area dan ketinggian udara yang terdampak abu vulkanik. Directorate General of Civil Aviation (DGCA) juga meminta maskapai untuk segera melaporkan apabila ditemukan indikasi paparan abu, termasuk gangguan mesin maupun asap di dalam kabin. (*)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
