Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19.33 WIB

Tragis! Model Belarusia Dikabarkan Tertipu Tawaran Kerja ke Thailand hingga Jadi Korban Sindikat Perdagangan Organ

Model Belarusia Vera Kravtsova jadi korban perdagangan organ. (Instagram @vera_kravth). - Image

Model Belarusia Vera Kravtsova jadi korban perdagangan organ. (Instagram @vera_kravth).

JawaPos.com - Seorang perempuan muda asal Belarusia dilaporkan menjadi korban jaringan perdagangan manusia lintas negara. Sosok model dari Belarusia ini, dikabarkan tertipu tawaran kerja palsu sebagai model di Thailand, lalu disekap dan dibunuh untuk diambil organnya.

Korban yang bernama Vera Kravtsova (26) awalnya terbang dari Belarusia ke Bangkok setelah menerima tawaran pekerjaan sebagai model profesional.

Namun, setibanya di Thailand Vera justru diculik dan diselundupkan ke Myanmar oleh sindikat kriminal yang mengoperasikan pusat penipuan daring atau scam centre.

Menurut laporan media Rusia Mash, setibanya di Myanmar, Vera dipaksa bekerja di sebuah fasilitas penipuan daring yang dikendalikan oleh geng Tiongkok dan milisi lokal. Para korban seperti Vera biasanya dipaksa menipu secara daring dengan berpura-pura sebagai model atau influencer.

Para korban diancam, dipukul, bahkan dijual untuk diambil organnya jika dianggap tidak menghasilkan uang.

Vera terakhir terlihat aktif di media sosial pada 12 September 2025 sebelum seluruh komunikasi terputus. Keluarganya kemudian menerima kabar mengejutkan kalau Vera telah meninggal dunia dan jenazahnya dikremasi.

Sindikat itu bahkan meminta tebusan 500 ribu dolar AS (sekitar Rp 8,3 miliar) untuk mengembalikan tubuh korban, sebelum akhirnya mengaku telah membakarnya.

Daily Mail (16/10) juga melaporkan adanya kasus serupa menimpa Dashinima Ochirnimayeva (24) asal Rusia yang juga tertipu tawaran serupa. Beruntung, Dashinima berhasil diselamatkan oleh diplomat Rusia dari kamp penipuan di Myanmar.

Dashinima mengaku sangat ketakutan dan berterima kasih atas upaya penyelamatan itu.

“Saya ingin berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Rusia karena telah menyelamatkan saya dan mengirim saya pulang,” kata Dashinima Ochirnimayeva.

Duta Besar Rusia untuk Thailand, Yevgeny Tomikhin juga menjelaskan kronologi peristiwa yang menimpa salah seorang warga negaranya.

“Awalnya, warga negara kami dijanjikan pekerjaan sebagai model di Thailand, ia menerima tawaran itu melalui saluran Telegram yang tidak dikenal dan memutuskan untuk berangkat,” ujar Tomikhin.

Masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap lowongan mencurigakan, terutama yang ditawarkan melalui media sosial atau aplikasi pesan singkat untuk menghindari kejadian serupa.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore