Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di Majelis Umum PBB di New York pada hari Jumat. (Sarah Yenesel/EPA/Shutterstock).
JawaPos.com - Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (27/9), dengan menyebutnya “penuh kebohongan dan manipulasi.”
Adel Atieh, Direktur Urusan Eropa Kemenlu Palestina, menilai Netanyahu tampil sebagai sosok yang terpojok di tengah kian luasnya isolasi internasional terhadap Israel.
“Itu pidato seorang lelaki yang kalah, seorang pemimpin putus asa yang kembali mencoba merayu Barat dengan menebar ketakutan, sementara dunia makin menjauh dari negara genosidal,” ujar Atieh kepada AFP dikutip via NZ Heralds.
Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan penolakannya terhadap pembentukan negara Palestina. Ia menuduh negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis yang baru saja mengakui Palestina, sebagai pihak yang 'menghadiahi Hamas' dan mendorong Israel menuju 'bunuh diri nasional'.
Netanyahu bahkan menyebut langkah pengakuan Palestina sebagai pesan berbahaya bahwa 'membunuh orang Yahudi membuahkan hasil'.
Ia menegaskan Israel tidak akan tunduk pada tekanan internasional. “Israel tidak akan membiarkan kalian memaksakan negara teroris ke tenggorokan kami,” kata Netanyahu dengan nada menantang.
Pidato itu berlangsung hanya sehari setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang berbicara secara virtual karena ditolak visa oleh AS, mengecam serangan Hamas 7 Oktober 2023 sekaligus menolak antisemitisme.
Namun Netanyahu justru balik mengejek Abbas, menyebut Otoritas Palestina sebagai 'korup hingga ke akar-akarnya'.
Adel Atieh menilai pidato Netanyahu tak menawarkan visi maupun solusi, melainkan hanya mencerminkan kepanikan politik.
“Itu cermin isolasi yang makin dalam, sebuah pelarian ke depan tanpa arah, dan kecemasan dari kekuatan yang sadar dirinya berada di sisi yang salah dari sejarah,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump, yang kini kembali berperan dalam diplomasi Gaza menyatakan optimisme soal tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Trump bahkan menyebut, “Saya pikir kita punya kesepakatan,” sesaat setelah Netanyahu selesai berpidato.
Netanyahu berencana bertemu Trump di Washington, Senin (29/9) ini. Media internasional juga melaporkan mantan PM Inggris Tony Blair masuk dalam wacana untuk memimpin otoritas transisi di Gaza sesuai proposal AS.
Meski demikian, isu aneksasi Tepi Barat yang didorong beberapa menteri kabinet Netanyahu tak muncul dalam pidatonya. Padahal langkah itu disebut-sebut bisa menjadi cara Israel menggagalkan sepenuhnya kemungkinan lahirnya negara Palestina.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
