Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 17.52 WIB

Bill Gates dan HD Hyundai Bentuk Aliansi Nuklir Generasi Baru untuk Rantai Pasok Global

Bill Gates, pendiri Microsoft sekaligus pendiri TerraPower menjalin kemitraan dengan HD Hyundai untuk pengembangan reaktor nuklir Natrium generasi baru

JawaPos.com - Pendiri Microsoft sekaligus filantropis Bill Gates kembali menegaskan komitmennya pada energi bersih melalui langkah strategis di sektor nuklir. 

Gates, melalui perusahaan rintisan energinya TerraPower, menjalin kemitraan penting dengan raksasa industri Korea Selatan, HD Hyundai, untuk mempercepat pengembangan reaktor nuklir modular kecil atau small modular reactor (SMR).

Pertemuan antara Gates dan Wakil Ketua HD Hyundai, Chung Ki-sun, menjadi tonggak awal kerja sama ini. Diskusi difokuskan pada koordinasi pembangunan proyek SMR dalam kerangka aliansi global.

Sebelumnya, HD Hyundai telah menandatangani perjanjian pada Desember 2024 untuk memproduksi reaktor Natrium berkapasitas 345 megawatt yang dibangun di Kemmerer, Wyoming.

Dilansir dari The Cool Down, Jumat (26/9/2025), teknologi Natrium menawarkan inovasi penting dalam pendinginan reaktor. Alih-alih menggunakan air, SMR generasi baru ini memanfaatkan natrium cair yang memiliki titik didih 883 derajat Celsius, jauh di atas air pada 100 derajat Celsius. Dengan begitu, sistem ini lebih tahan terhadap reaksi bersuhu tinggi dan berpotensi meningkatkan stabilitas operasional.

Chung menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya sekadar proyek bisnis, melainkan strategi global.

"Teknologi SMR generasi berikutnya adalah solusi kunci untuk mewujudkan energi berkelanjutan. Kolaborasi kami dengan TerraPower akan membantu membangun rantai pasok nuklir global dan mempercepat transisi energi," ujar Chung dalam pernyataannya.

Namun, di balik optimisme itu, sejumlah pakar tetap mengingatkan adanya risiko. Ed Lyman dari Union of Concerned Scientists menilai bahwa klaim keunggulan SMR dibanding reaktor besar sering kali dilebih-lebihkan industri. Ia menekankan bahwa teknologi ini masih relatif baru dan menimbulkan tantangan besar, terutama dalam aspek penyimpanan serta pengelolaan limbah nuklir.

Meski demikian, realitas global menunjukkan energi nuklir tetap menjadi sumber daya rendah karbon terbesar di Amerika Serikat saat ini. Dengan pasokan energi bersih yang makin mendesak, proyek seperti TerraPower–HD Hyundai dipandang dapat memperkuat fondasi transisi energi dunia.

Selain itu, isu pembiayaan juga tidak bisa diabaikan. Pembangunan fasilitas nuklir memerlukan investasi besar, dengan biaya yang dapat mencapai miliaran dolar AS atau setara triliunan rupiah. Sebagai gambaran, satu dolar Amerika Serikat saat ini bernilai sekitar Rp 16.700. Biaya besar itu sekaligus menjadi pengingat bahwa transisi energi hijau membutuhkan dukungan finansial berkelanjutan.

Terlepas dari tantangan itu, langkah Gates bersama HD Hyundai menandai perubahan arah penting dalam geopolitik energi. Dengan memperluas aliansi lintas negara, kerja sama ini berpotensi menjadikan nuklir sebagai tulang punggung pasokan energi global di masa depan.

Chung bahkan menyebut kesepakatan ini sebagai "titik balik bagi rantai pasok nuklir global." Pandangan ini menggambarkan tekad industri untuk menjadikan SMR bukan hanya solusi teknologi, tetapi juga instrumen strategis dalam peta energi internasional.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore