
aktivitas akademik yang berpotensi terdampak pembekuan dana pertukaran pelajar AS. (Dok. Canva)
JawaPos.com – Amerika Serikat (AS) mendadak mencabut pendanaan untuk sedikitnya 22 program pertukaran budaya internasional. Total anggaran yang dibatalkan mencapai USD 100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Mengutip laporan The PIE News, keputusan itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS pada 13 Agustus lalu melalui komunikasi internal.
Alasannya, program-program tersebut dianggap “prioritas rendah” dalam kondisi anggaran tahun fiskal 2025.
Pemangkasan ini langsung memicu kekhawatiran. Mark Overmann, Direktur Eksekutif Alliance for International Exchange, menyebut situasi ini sebagai “krisis eksistensial”.
“Organisasi akan kehilangan dana yang sudah dijanjikan. Dampaknya, ada potensi pemutusan kerja, pengurangan staf, bahkan penutupan lembaga,” ujarnya.
Bill Gertz, Ketua American Institute for Foreign Study (AIFS), menambahkan setidaknya 10 ribu mahasiswa terdampak.
“Bukan hanya rencana pelajar yang hancur, tapi juga stabilitas finansial lembaga penyelenggara ikut terguncang,” katanya.
Beberapa program unggulan turut dibatalkan. Di antaranya Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) Program, Mandela Washington Fellowship, hingga Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).
Program YES menjadi sorotan karena dibentuk setelah tragedi 9/11 untuk mempererat hubungan antara AS dengan negara-negara mayoritas Muslim.
Seorang mantan staf Senat AS menyebut penghentian ini bisa membuat AS semakin terisolasi di panggung global.
Yang menimbulkan polemik, dana tersebut sejatinya sudah disetujui Kongres. Namun Office of Management and Budget (OMB) menghentikan pencairan.
“Kalau OMB bisa melakukannya sekarang, mereka bisa terus mengulanginya. Itu membuka jalan untuk menghapus program pertukaran internasional secara permanen,” kata Overmann.
Aliansi organisasi pertukaran budaya kini meluncurkan kampanye agar Kongres turun tangan menyelamatkan program. Mereka menyebut keputusan ini bisa merusak warisan 75 tahun pertukaran pelajar AS, termasuk semangat program Fulbright.
Menanggapi kritik, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan keputusan diambil usai meninjau situasi fiskal.
“Setiap program harus bisa menjawab pertanyaan apakah membuat Amerika lebih aman, lebih kuat, atau lebih makmur,” ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
