Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 17.26 WIB

Mayoritas Negara Eropa Akui Palestina, Duta Besar Israel Sebut KTT PBB seperti Sirkus

Ilustrasi bendera Palestina. (abdulla alyaqoob/Pixabay)

JawaPos.com – Israel bersama Amerika Serikat memutuskan memboikot World Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, bahkan menyebut pertemuan itu sebagai sebuah “sirkus”.

Pada Minggu (21/9/2025), sebagaimana dilansir dari Reuters, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal resmi mengakui Palestina sebagai negara. Prancis serta lima negara lain juga diperkirakan akan menyampaikan pengakuan serupa dalam pertemuan menjelang Sidang Umum PBB.

Walaupun sebagian besar negara Eropa kini mengakui Palestina, Jerman dan Italia menegaskan belum akan mengambil langkah tersebut dalam waktu dekat.

Jerman, yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan Israel karena tanggung jawab atas Holocaust, kini semakin vokal mengkritik kebijakan Tel Aviv. Meski demikian, Berlin menekankan bahwa pengakuan kenegaraan bagi Palestina harus menjadi bagian akhir dari proses politik menuju solusi dua negara.

Juru bicara pemerintah Jerman pada Senin juga menegaskan tidak boleh ada upaya aneksasi baru di wilayah pendudukan Israel.

Italia menilai bahwa pengakuan terhadap Palestina justru berpotensi “kontraproduktif”. Sementara itu, Rusia kembali menekankan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri konflik.

“Pendekatan ini tetap kami pegang, dan kami percaya ini merupakan satu-satunya cara realistis menemukan penyelesaian bagi konflik yang rumit sekaligus berkepanjangan, yang kini berada di fase paling tragis dalam sejarahnya,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Senin (22/9/2025).

Sementara itu, Israel semakin terisolasi dan menjadi sasaran kritik internasional akibat operasi militernya di Gaza. Otoritas kesehatan setempat melaporkan lebih dari 65.000 warga Palestina tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menolak tuntutan penghentian serangan sampai Hamas benar-benar hancur. Ia juga menegaskan Israel tidak akan mengakui Palestina sebagai negara. Netanyahu berjanji akan menyampaikan respons resmi setibanya dari AS setelah bertemu Presiden AS Donald Trump.

Pejabat Israel menyebut pemerintah tengah mempertimbangkan langkah aneksasi sebagian wilayah Tepi Barat sebagai bentuk respons, sekaligus tindakan balasan terhadap Paris. Namun, pengakuan yang dilakukan negara-negara Eropa itu dipandang lebih bersifat simbolis.

Langkah aneksasi, menurut sejumlah pihak, justru bisa menjadi bumerang dengan mengasingkan Israel dari mitra penting seperti Uni Emirat Arab. Sebagai negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel lewat Perjanjian Abraham pada 2020, UEA menegaskan rencana aneksasi akan merusak semangat kesepakatan tersebut.

Pemerintah AS turut mengingatkan adanya kemungkinan konsekuensi bagi negara yang mengambil langkah berseberangan dengan Israel, termasuk Prancis. Presiden Emmanuel Macron menjadi tuan rumah KTT di New York itu.

KTT tersebut digelar di tengah berlangsungnya operasi darat besar-besaran Israel di Gaza yang sebelumnya telah lama diancamkan. Serangan ini terjadi tepat dua tahun setelah Hamas melancarkan serangan besar ke Israel yang memicu perang di jalur Gaza.

Dengan meningkatnya serangan Israel ke Gaza serta kekerasan pemukim di Tepi Barat, dorongan internasional untuk segera bertindak demi menyelamatkan solusi dua negara kian mendesak.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore