Kantor Google di Amerika Serikat (Dok Lanacion.com.ar)
JawaPos.com - Pemilik media Rolling Stone, Billboard, dan Variety menggugat Google pada Jumat (12/9/2025). Gugatan ini menuduh AI Overview, atau fitur ringkasan AI milik Google, menggunakan jurnalisme mereka tanpa izin dan mengurangi lalu lintas (traffic) ke situs web mereka.
Dilansir dari Reuters, gugatan yang diajukan oleh Penske Media di pengadilan federal Washington, D.C. ini menandai pertama kalinya penerbit besar AS menggugat Google atas ringkasan yang dihasilkan AI. Fitur ini sekarang muncul di bagian atas hasil pencarian Google.
Selama berbulan-bulan, berbagai organisasi berita telah menyatakan bahwa fitur-fitur baru, termasuk AI Overview Google, telah menyedot lalu lintas dari situs mereka, mengikis pendapatan iklan dan langganan.
Penske, sebuah konglomerat media milik keluarga yang dipimpin oleh Jay Penske dan memiliki konten yang menarik hingga 120 juta pengunjung daring setiap bulan, mengatakan bahwa Google hanya memasukkan situs web penerbit dalam hasil pencariannya jika mereka juga dapat menggunakan artikel penerbit dalam ringkasan AI.
Gugatan itu menyebutkan, tanpa adanya daya tawar, Google harus membayar penerbit untuk hak menerbitkan ulang karya mereka atau menggunakannya untuk melatih sistem AI-nya.
Perusahaan menambahkan bahwa Google dapat menerapkan persyaratan tersebut karena dominasinya di mesin pencari. Gugatan itu merujuk pada temuan pengadilan federal tahun lalu yang menyatakan bahwa raksasa teknologi tersebut menguasai hampir 90 persen pangsa pasar mesin pencari AS.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk secara proaktif memperjuangkan masa depan media digital dan menjaga integritasnya, yang semuanya terancam oleh tindakan Google saat ini," kata Penske.
Penske menuduh sekitar 20 persen pencarian Google yang tertaut ke situsnya kini menampilkan ringkasan AI, dan pangsa itu diperkirakan akan meningkat. Ia menambahkan bahwa pendapatan afiliasinya turun lebih dari sepertiga dari puncaknya pada akhir tahun 2024 karena traffic pencarian yang menurun.
Sebelumnya, sebuah perusahaan pendidikan daring juga menggugat Google pada Februari lalu, menuduh bahwa ringkasan yang dihasilkan AI dari raksasa mesin pencari itu mengikis permintaan akan konten asli dan melemahkan kemampuan penerbit untuk bersaing.
Menanggapi gugatan Penske, Google mengatakan pada hari Sabtu (13/9/2025), bahwa ringkasan AI menawarkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan mengarahkan lalu lintas ke lebih banyak situs web.
"Dengan ringkasan AI, orang-orang merasa penelusuran lebih bermanfaat dan lebih sering menggunakannya, menciptakan peluang baru bagi konten untuk ditemukan. Kami akan membela diri terhadap klaim yang tidak berdasar ini," ujar Juru Bicara Google, Jose Castaneda.
Sebelumnya, seorang hakim memberikan kemenangan antimonopoli langka bagi Google awal bulan ini dengan memutuskan bahwa perusahaan tidak perlu menjual peramban Chrome-nya sebagai bagian dari upaya untuk membuka persaingan dalam penelusuran. Langkah ini mengecewakan beberapa penerbit dan badan industri, termasuk Aliansi Berita/Media yang mengatakan bahwa keputusan tersebut membuat penerbit tidak dapat menolak ringkasan AI.
"Semua elemen yang dinegosiasikan dengan setiap perusahaan AI lainnya tidak berlaku untuk Google karena mereka memiliki kekuatan pasar untuk tidak terlibat dalam praktik yang sehat tersebut," ujar Danielle Coffey, CEO Aliansi Berita/Media, sebuah kelompok dagang yang mewakili lebih dari 2.200 penerbit yang berbasis di AS.
"Ketika Anda memiliki skala dan kekuatan pasar sebesar Google, Anda tidak wajib mematuhi norma yang sama. Itulah masalahnya," katanya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
