Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 22.51 WIB

Gara-Gara Salah Identifikasi, Kucing Kesayangan Polisi Disuntik Mati di Barunga West, Pemda Minta Maaf

Ilustrasi kucing kesayangan polisi hilang dan disuntik mati (Freepic.diller/Freepik)

JawaPos.com - Insiden mengejutkan terjadi di South Australia ketika seekor kucing Bengal peliharaan bernama Patrick secara keliru disangka kucing liar dan kemudian disuntik mati oleh pihak berwenang.

Kejadian ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga pemiliknya dan memicu perhatian publik terhadap prosedur pengelolaan hewan di wilayah tersebut.

Dilansir dari ABC News (12/9), pemerintah daerah Barunga West secara resmi meminta maaf kepada pemilik Patrick, seorang polisi lokal, setelah kucing kesayangannya tertangkap dalam razia kucing liar di Port Broughton pada awal Juli.

Patrick yang dikenal ramah dan terdaftar dengan chip mikro, secara keliru dianggap kucing liar ketika dipindai di klinik hewan, sehingga akhirnya disuntik mati.

Kepala Eksekutif dari pemerintah daerah Barunga West, Maree Wauchope menyatakan bahwa insiden ini seharusnya tidak pernah terjadi dan menyebabkan kesedihan besar bagi keluarga pemilik.

Menurut Wauchope, pemilik Patrick telah melakukan semua prosedur yang benar, termasuk melaporkan kucing hilang, mendatangi tetangga, serta memposting pengumuman di media sosial sebelum kejadian.

Kesalahan terjadi saat Wauchope sedang cuti kesehatan selama 10 bulan dan pengelolaan kucing sempat dialihkan ke pihak ketiga. Setelah insiden terungkap, cip Patrick ditemukan kembali ketika kucing-kucing yang sudah disuntik mati (euthanasia) diperiksa ulang.

Sebagai langkah tanggung jawab, pemerintah daerah memberikan kompensasi sekitar AUD 4.000 (sekitar Rp 43 juta) kepada pemilik, termasuk biaya kucing, dan mengembalikan pengelolaan kucing ke sumber daya internal.

Wauchope menegaskan, kebijakan baru akan lebih memprioritaskan menyerahkan kucing ke keluarga baru atau orang yang mau memelihara kucing dibandingkan tindakan euthanasia (suntik mati) dan mengakhiri outsourcing layanan manajemen kucing.

"Alih-alih menyerahkan tanggung jawab pengelolaan kucing kepada pihak luar, saat ini kami mengembalikannya ke sumber daya internal pemda dan mengelolanya sendiri dan berupaya menempatkan kucing ke rumah baru sebanyak mungkin," jelas Wauchope dikutip dari ABC News.

Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa enam tahun lalu, ketika seekor kucing Bengal lain juga secara tidak sengaja disuntik mati di South Australia. Pemerintah daerah menekankan bahwa mereka telah belajar dari pengalaman tersebut dan berkomitmen mencegah kesalahan serupa di masa depan.

Selain meminta maaf secara resmi, pemerintah daerah Barunga West berharap langkah perbaikan dan kompensasi yang diberikan dapat memulihkan kepercayaan masyarakat dan memastikan keselamatan hewan peliharaan di wilayah mereka.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore