Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 13.15 WIB

Pulau Con Dao: Pusat Konservasi Penyu Laut di Vietnam yang Berhasil Melindungi Ribuan Tukik

Panorama Pulau Con Dao sebagai destinasi pariwisata nasional Vietnam (Dok. VnEconomy)

JawaPos.com - Pulau Con Dao di provinsi Ba Ria–Vung Tau, Vietnam, semakin menegaskan perannya sebagai pusat konservasi penyu laut yang penting di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah Vietnam melalui laporan VnEconomy menyebutkan bahwa hingga tahun 2045, Con Dao dirancang untuk menjadi kawasan pariwisata nasional dengan fasilitas modern, namun tetap menempatkan perlindungan keanekaragaman hayati, terutama penyu laut sebagai prioritas utama.

Upaya konservasi di Con Dao terlihat nyata ketika VNA News Agency melaporkan bahwa lebih dari 4.500 bayi penyu berhasil dilepas ke laut pada pertengahan 2025. Pelepasan ini dilakukan setelah petugas taman nasional memindahkan 553 sarang berisi lebih dari 54.000 telur ke tempat yang aman, sehingga tingkat keberhasilan penetasan bisa ditingkatkan.

Dalam laporan yang sama, VNA Photos menjelaskan bahwa banyak sarang berada di lokasi rawan, seperti di pantai Dat Doc yang berdekatan dengan kawasan resort, sehingga harus segera dipindahkan ke tempat inkubasi. Langkah ini terbukti melindungi telur dari ancaman predator maupun erosi pantai, sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi tukik untuk bertahan hidup.

Sejak 2019, proyek konservasi penyu laut di Con Dao telah menunjukkan hasil luar biasa. Menurut catatan Dewan Pengelola Taman Nasional yang dikutip oleh Vietnam National Park Management Board, lebih dari 13.600 sarang telur berhasil dilindungi, menghasilkan hampir 949.000 anak penyu yang dilepas ke laut, sementara 2.000 induk penyu betina telah diberi tanda untuk memantau pola migrasi mereka.

Kontribusi Con Dao terhadap populasi penyu Vietnam sangat signifikan. Data yang dipublikasikan oleh Vietnam.vn menunjukkan bahwa sekitar 90 persen penyu laut yang bertelur di Vietnam memilih pantai-pantai di Con Dao. Untuk itu, patroli rutin di sepanjang garis pantai dilakukan setiap musim bertelur, biasanya antara April hingga Oktober, demi memastikan sarang tetap aman.

Selain tindakan konservasi langsung, keterlibatan masyarakat dan wisatawan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian. Menurut laporan Condao.com.vn, program ekowisata berbasis konservasi memungkinkan pengunjung menyaksikan penyu bertelur di malam hari dan ikut serta melepas tukik di pagi hari. Kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan sarana edukasi lingkungan yang efektif.

Namun, demi menjaga kelestarian penyu, pengelola taman menerapkan aturan ketat. Penggunaan lampu kilat kamera dilarang, jumlah wisatawan dibatasi, dan pengunjung harus menjaga jarak aman dari penyu yang sedang bertelur. Regulasi ini dirancang agar perilaku alami penyu tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Keberhasilan konservasi terlihat jelas di pantai Dat Doc. Beberapa sarang yang sebelumnya terancam kini berhasil menetas, dan ribuan anak penyu kembali dilepas ke laut. Relokasi sarang dari tempat berisiko ke lokasi penetasan buatan terbukti menjadi strategi kunci dalam melindungi spesies ini.

Rencana jangka panjang pemerintah juga menyeimbangkan antara konservasi dan pariwisata. VnEconomy menekankan bahwa dalam master plan 2045, kawasan Con Dao akan dibagi menjadi zona konservasi alami dan zona pariwisata. Dengan strategi ini, pertumbuhan ekonomi lokal tetap terjaga tanpa mengorbankan ekosistem.

Meski pencapaian sejauh ini patut diapresiasi, ancaman terhadap penyu laut belum sepenuhnya hilang. Perubahan iklim, polusi plastik, dan kenaikan muka laut masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, riset ilmiah, patroli ketat, dan kerja sama internasional akan terus diperkuat agar upaya konservasi di Pulau Con Dao benar-benar berkelanjutan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore