
Desa Viganella di Italia Utara (Dok. theatlantic.com)
JawaPos.com - Viganella, sebuah desa kecil di wilayah Piedmont, Italia Utara, menjadi sorotan dunia berkat inovasi unik yang menggabungkan teknologi dan kebutuhan manusia akan cahaya matahari.
Terletak di lembah Antrona yang sempit dan dikelilingi pegunungan tinggi, desa ini mengalami kegelapan total selama 83 hari setiap musim dingin, mulai dari 11 November hingga 2 Februari. Selama periode itu, sinar matahari sama sekali tidak menyentuh tanah Viganella.
Fenomena ini bukan hanya berdampak pada kesehatan mental warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi desa.
"Seperti Siberia," ujar salah satu penduduk menggambarkan suasana musim dingin yang kelam.
Untuk mengatasi kondisi ekstrem, mantan Wali Kota Pier Franco Midali menggagas ide revolusioner yaitu memasang cermin raksasa di lereng gunung untuk memantulkan sinar matahari ke pusat desa. Ide ini pertama kali diutarakan pada tahun 1999 dalam obrolan santai antara Midali dan arsitek lokal Giacomo Bonzani.
"Sebagai arsitek, buatlah proyek untuk membawa sinar matahari ke Viganella, dan saya sebagai administrator akan mewujudkannya dengan segala cara," kata Midali seperti dikutip dari Life in Italy.
Setelah enam tahun pengembangan dan pencarian dana, proyek ini akhirnya terealisasi pada 17 Desember 2006.
Cermin raksasa memiliki ukuran 40 meter persegi, terbuat dari lembaran baja dan dipasang di ketinggian 1.100 meter di lereng gunung yang berhadapan langsung dengan desa.
Dengan bantuan sistem komputer dan motor otomatis, cermin ini berfungsi sebagai heliostat, mengikuti pergerakan matahari dan memantulkan sinarnya ke alun-alun desa yang berada sekitar 997 meter di bawahnya.
Efek dari kehadiran "matahari buatan" ini sangat terasa. Warga yang sebelumnya langsung pulang usai misa Minggu, kini memilih untuk berkumpul dan berbincang di alun-alun yang diterangi sinar matahari.
"Ketika matahari menyinari gereja dan alun-alun, orang-orang tetap tinggal di luar untuk berbicara satu sama lain," ujar Midali dalam wawancara dengan Amusing Planet.
Proyek ini tidak hanya membawa cahaya secara harfiah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat komunitas dan menarik perhatian dunia.
Media internasional meliput inovasi ini, menjadikan Viganella sebagai simbol keberanian dan kreativitas dalam menghadapi tantangan alam.
Kini, Viganella bukan hanya dikenal sebagai desa kecil di Italia, tetapi juga sebagai pelopor dalam "mengubah" iklim secara ilmiah dan membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi bagi keterbatasan geografis dan membawa harapan baru bagi komunitas terpencil.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
