
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, saat menghadiri konferensi pers di sela pertemuan para menteri luar negeri negara-negara BRICS. (Reuters)
JawaPos.com – Rusia menyatakan keprihatinannya atas potensi serangan baru terhadap fasilitas nuklir Iran, seraya memperingatkan bahwa praktik tersebut berisiko menjadi kebiasaan berbahaya dalam diplomasi global.
Pemerintah Rusia mengungkapkan keprihatinan ini menyusul laporan mengenai serangan udara yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada bulan Juni lalu terhadap situs nuklir Iran. Serangan itu, menurut Washington dan Tel Aviv, bertujuan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir—sesuatu yang terus dibantah Teheran.
Dalam keterangannya kepada pers, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan, “Ancaman berulang kepada Iran untuk meluncurkan serangan misil dan bom terhadap fasilitas nuklirnya tidak bisa tidak menimbulkan kekhawatiran serius.”
Dilansir dari Reuters, Kamis (31/7/2025), Zakharova menambahkan bahwa sikap tersebut bertentangan dengan semangat non-proliferasi nuklir yang selama ini diklaim negara-negara Barat. Dia menyebut, “Sikap sinis dari pernyataan-pernyataan seperti itu diperparah oleh kenyataan bahwa pernyataan tersebut disampaikan dengan dalih kepedulian palsu terhadap penyebaran senjata nuklir.”
Rusia juga menekankan bahwa aksi pengeboman terhadap fasilitas nuklir harus dihentikan. Zakharova memperingatkan bahwa tindakan semacam itu tidak boleh menjadi praktik rutin dalam kebijakan internasional. “Risiko bencana yang menyertai tindakan tersebut tidak bisa diabaikan, apalagi dibenarkan,” ujarnya.
Sejak invasi ke Ukraina pada 2022, Rusia dan Iran semakin mempererat hubungan strategis. Kedua negara bahkan menandatangani perjanjian kemitraan strategis tahun ini, memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk militer dan energi.
Namun, Rusia juga menilai bahwa jalan diplomatik masih terbuka. Zakharova menegaskan pentingnya kesepakatan damai yang berkelanjutan dan komitmen untuk tidak melakukan serangan baru sebagai prasyarat bagi normalisasi kerja sama antara Teheran dan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
“Penyelesaian damai yang berkelanjutan dan jaminan untuk tidak melancarkan serangan baru ke Iran adalah syarat mutlak untuk menormalkan kerja sama antara Iran dan pengawas nuklir PBB,” ungkapnya.
Pernyataan Rusia ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan kekhawatiran komunitas internasional mengenai stabilitas Timur Tengah. Meski Iran berulang kali membantah niat mengembangkan senjata nuklir, tekanan dari negara-negara Barat terus meningkat seiring aktivitas nuklir Teheran yang dianggap tidak transparan.
Dengan situasi yang semakin kompleks, Moskwa menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Rusia percaya bahwa penyelesaian diplomatik tetap menjadi jalan terbaik untuk memastikan stabilitas regional sekaligus menghindari bencana nuklir yang tidak diinginkan.
***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
