Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 17.37 WIB

Pemukim Israel Serang Desa Kristen Taybeh di Tepi Barat Palestina: Bakar Mobil dan Coretkan Graffiti Rasis

Sejumlah pria berdiri di dekat kendaraan yang dilaporkan dibakar oleh pemukim Israel dalam serangan malam hari di desa Kristen Palestina, Taybeh. (France24) - Image

Sejumlah pria berdiri di dekat kendaraan yang dilaporkan dibakar oleh pemukim Israel dalam serangan malam hari di desa Kristen Palestina, Taybeh. (France24)

JawaPos.com – Serangan terbaru oleh pemukim Israel kembali mengguncang wilayah pendudukan Tepi Barat Palestina, dengan desa Kristen Taybeh menjadi sasaran utama.

Dalam serangan yang terjadi menjelang fajar pada Senin (28/7), para pemukim dilaporkan membakar kendaraan warga dan mencoret-coret dinding rumah dengan graffiti bernada ancaman, memicu kecaman luas dari pemerintah Palestina dan komunitas internasional.

Dilansir dari France24, Selasa (29/7), serangan itu dikonfirmasi oleh Jeries Azar, seorang jurnalis Palestine TV sekaligus warga Taybeh, yang menyaksikan rumah dan mobil pribadinya menjadi target kekerasan.

“Saya melihat ke luar dan mobil saya sudah terbakar. Mereka melempar sesuatu ke arah kendaraan dan ke rumah kami,” ungkap Azar kepada AFP. Dia menambahkan, ketakutannya langsung mengarah pada tragedi pembakaran tahun 2015 di Duma, yang menewaskan pasangan suami istri Dawabsheh beserta bayi mereka.

“Saya paling takut pada keselamatan anak saya yang baru berusia dua tahun. Setelah kami menyelamatkan diri, dia menangis selama satu jam tanpa henti,” katanya. Menurut Azar, militer Israel sempat mendatangi lokasi untuk melakukan survei pasca kejadian.

Pernyataan resmi dari polisi dan militer Israel menyebutkan bahwa satuan gabungan telah dikirim ke Taybeh dan menemukan dua kendaraan milik warga Palestina dalam kondisi hangus serta grafiti Rasis bernada ancaman di dinding. Namun, hingga kini tidak ada pelaku yang berhasil ditangkap. Kepolisian Israel menyatakan telah membuka penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Sebuah foto yang dibagikan oleh lembaga pemerintahan Palestina memperlihatkan grafiti bertuliskan “Al-Mughayyir, kalian akan menyesal,” merujuk pada desa terdekat yang juga pernah menjadi sasaran kekerasan pemukim awal tahun ini.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut insiden di Taybeh sebagai “terorisme pemukim” dan menuntut komunitas internasional untuk bertindak lebih tegas. Kecaman juga datang dari Duta Besar Jerman untuk Israel, Steffen Seibert, yang menyatakan melalui platform X: “Para pemukim ekstremis ini mungkin mengklaim bahwa Tuhan memberi mereka tanah ini. Namun sesungguhnya, mereka hanyalah kriminal yang bertentangan dengan nilai-nilai agama apa pun.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Taybeh dan desa-desa sekitarnya memang mengalami peningkatan serangan oleh pemukim Israel. Salah satu serangan sebelumnya menargetkan gereja kuno bergaya Bizantium di wilayah tersebut.

Taybeh, yang dihuni sekitar 1.300 warga Palestina mayoritas beragama Kristen—banyak di antaranya memegang kewarganegaraan ganda AS—juga dikenal sebagai lokasi pabrik bir tertua di wilayah Palestina.

Selain pembakaran dan pengrusakan properti, serangan pemukim Israel dalam beberapa bulan terakhir juga mengakibatkan sedikitnya tiga korban jiwa, perusakan sumur air milik warga Palestina, serta pengusiran satu komunitas penggembala di wilayah pedesaan.

Israel telah menduduki wilayah Tepi Barat sejak tahun 1967. Saat ini, wilayah tersebut dihuni oleh sekitar tiga juta warga Palestina serta sekitar 700.000 pemukim Israel, termasuk 200.000 di Yerusalem Timur yang juga menjadi bagian dari wilayah sengketa.

Situasi makin memanas setelah pekan lalu, sebanyak 71 dari 120 anggota parlemen Israel (Knesset) menyetujui mosi yang menyerukan pemerintah untuk secara resmi mencaplok wilayah Tepi Barat, sebuah langkah yang menuai kekhawatiran dari dunia internasional dan dianggap akan memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Serangan terhadap Taybeh menyoroti meningkatnya eskalasi kekerasan di Tepi Barat yang selama ini berlangsung tanpa akuntabilitas jelas. Banyak pihak memperingatkan bahwa kekerasan sistematis terhadap warga sipil Palestina, termasuk komunitas Kristen minoritas seperti di Taybeh, mengancam stabilitas regional dan merusak peluang perdamaian jangka panjang.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore