Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2026 | 01.49 WIB

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 51 Petugas Medis dan Puluhan Warga Sipil

Kondisi pekerja medis Lebanon telah tewas dibunuh oleh pasukan Israel (al-Jazeera) - Image

Kondisi pekerja medis Lebanon telah tewas dibunuh oleh pasukan Israel (al-Jazeera)

JawaPos.com – Serangan Israel di Lebanon selatan dilaporkan semakin meningkat meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak 16 April 2026.

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Senin (11/5), Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 51 orang tewas dalam serangan selama 24 jam terakhir. Di antara korban jiwa tersebut terdapat dua petugas medis yang menjadi sasaran serangan di wilayah selatan negara itu.

Menurut otoritas kesehatan Lebanon, dua petugas medis tewas setelah fasilitas kesehatan di kawasan Qalawiya dan Tibnin, Distrik Bint Jbeil, menjadi target serangan langsung.

Pemerintah Lebanon menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan. Serangan terhadap tenaga medis juga dinilai memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah konflik.

Sejak gencatan senjata dimulai pada pertengahan April, situasi keamanan di Lebanon selatan disebut belum menunjukkan perbaikan berarti. Data pemerintah Lebanon mencatat sedikitnya 552 orang meninggal dunia sejak kesepakatan penghentian konflik diberlakukan.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa intensitas serangan justru meningkat di tengah upaya perdamaian.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa tenaga kesehatan termasuk kelompok yang paling rentan terdampak konflik bersenjata di Lebanon. Sejak awal operasi militer baru pada Maret, lebih dari seratus pekerja medis dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Banyak fasilitas kesehatan juga dilaporkan terdampak serangan selama konflik berlangsung.

Petugas penyelamat di wilayah selatan Lebanon mengaku bekerja dalam kondisi penuh ancaman dan ketidakpastian. Mereka menyebut risiko kehilangan nyawa menjadi bagian dari tugas sehari-hari saat membantu korban serangan.

Situasi tersebut semakin memperbesar tekanan psikologis bagi tenaga medis dan petugas tanggap darurat di garis depan konflik.

Selain menimbulkan korban jiwa, konflik yang terus berlangsung juga menyebabkan gelombang pengungsian besar di Lebanon. Lebih dari satu juta warga dilaporkan meninggalkan tempat tinggal mereka sejak operasi militer dimulai pada Maret.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore