Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 16.17 WIB

Topan Wipha Luluh Lantakkan Hongkong, Tiongkok dan Filipina Juga Kena Dampak

Topan Wipha melanda Hongkong dan negara tetangganya. (Al-Jazeera). - Image

Topan Wipha melanda Hongkong dan negara tetangganya. (Al-Jazeera).

JawaPos.com-Topan Wipha bukan sekadar badai yang menyapu Hongkong. Dampaknya menjalar luas hingga ke negara dan wilayah tetangga seperti Tiongkok daratan, Makau, bahkan Filipina dan Taiwan.

Setelah menghantam Hongkong dengan kekuatan penuh, Wipha mendarat di pesisir kota Taishan, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada Minggu (20/7) pukul 17.55 waktu setempat. Meski kemudian melemah menjadi badai tropis hebat, kekacauan yang ditinggalkan masih terasa hingga berhari-hari kemudian.

Hongkong Lumpuh, Ratusan Penerbangan Batal dan Infrastruktur Rusak

Di Hongkong, otoritas cuaca mengeluarkan sinyal badai tertinggi, T10, selama hampir tujuh jam, salah satu peringatan paling serius yang pernah diberikan sejak Super Typhoon Saola pada 2023.

Maskapai Cathay Pacific bahkan membatalkan seluruh penerbangan antara pukul 05.00 hingga 18.00, dan menawarkan rebooking tanpa biaya tambahan. Layanan transportasi publik lainnya juga dihentikan, termasuk ferry yang terganggu gelombang tinggi.

Tiongkok Daratan Ikut Waspada, Makau Siaga Banjir

Setelah melewati Hongkong, Wipha melanjutkan perjalanan ke Tiongkok daratan. Provinsi Guangdong dan Hainan langsung meningkatkan status kewaspadaan. 

Dilansir via Al-Jazeera, kota-kota besar seperti Shenzhen, Zhuhai, hingga Makau membatalkan atau menunda seluruh penerbangan sepanjang Minggu (20/7).

Makau, yang dikenal sebagai pusat perjudian dunia, turut mengaktifkan sinyal badai T10 sebelum akhirnya diturunkan menjadi T8. Pemerintah lokal memperingatkan warga akan potensi banjir di pelabuhan dalam kota dan meminta masyarakat untuk tetap di rumah demi keselamatan.

Filipina dan Taiwan Tak Luput dari Terjangan

Sebelum menyentuh wilayah Tiongkok, Wipha terlebih dahulu menerjang Filipina sebagai badai tropis. Di negara tersebut, dampak utamanya adalah meningkatnya curah hujan dan meluasnya banjir serta tanah longsor. 

Menurut Dewan Nasional Penanggulangan Bencana Filipina (NDRRMC), lebih dari 370.000 warga terdampak, dengan 43.000 orang terpaksa mengungsi. Dua orang dilaporkan hilang, dan lebih dari 400 rumah mengalami kerusakan.

Sementara itu, Taiwan juga diguyur hujan lebat akibat imbas badai, meski dampaknya tidak sebesar di Filipina.

Topan ini dinamai Wipha yang dalam bahasa Thailand berarti kemegahan. Ironisnya, yang ditinggalkan justru kerusakan infrastruktur, gangguan mobilitas, dan penderitaan puluhan ribu warga di berbagai negara.

Perjalanan Wipha menjadi pengingat bahwa dampak bencana alam tidak mengenal batas negara. Hongkong mungkin menjadi pusat perhatian, namun badai ini membuktikan bahwa satu peristiwa cuaca ekstrem bisa menyatukan kekhawatiran lintas kawasan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore