
Kebakaran dan asap membumbung di Kyiv,Ukraina (dok Reuters/Gleb Garanich)
JawaPos.com – Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan bahwa serangan balasan Rusia terhadap Ukraina atas serangan drone akhir pekan lalu belum sepenuhnya dilancarkan.
Melansir dari Reuters pada Minggu (8/6), Menurut pejabat AS, tanggapan Rusia kemungkinan akan berupa serangan besar-besaran dan dilakukan dari berbagai arah.
Menurut laporan eksklusif Reuters yang mengutip sejumlah pejabat AS, respons penuh dari Presiden Vladimir Putin kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Salah satu pejabat menyebut bahwa Rusia akan menggunakan beragam kekuatan udara, termasuk rudal dan drone, dalam serangan lanjutan tersebut.
Serangan tersebut diperkirakan akan berlangsung secara “asimetris”, yang berarti Rusia tidak akan membalas dengan cara yang sama seperti serangan Ukraina yang menargetkan pesawat tempur Rusia.
Meskipun serangan drone dan rudal sudah menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Jumat (6/6) lalu, pejabat AS menyebut bahwa itu belum merupakan balasan sepenuhnya dari Kremlin.
Seorang diplomat Barat menyatakan bahwa serangan balasan Rusia kemungkinan akan menyasar target-target simbolis di Ukraina, seperti gedung-gedung pemerintahan, untuk mengirimkan pesan tegas kepada Kyiv.
Diplomat senior lainnya bahkan menyebut bahwa serangan lanjutan akan "besar, brutal, dan tanpa henti."
Pakar Rusia dari Carnegie Endowment for International Peace, Michael Kofman, mengatakan bahwa Rusia kemungkinan akan mencoba menghukum Badan Keamanan Ukraina (SBU), yang diduga terlibat dalam operasi serangan drone tersebut.
Serangan itu bisa melibatkan rudal balistik jarak menengah yang diarahkan ke markas besar SBU atau fasilitas intelijen regional lainnya.
Meski begitu, Kofman menilai kemampuan Rusia untuk melakukan serangan besar masih terbatas, mengingat intensitas serangan yang telah dilakukan selama sebulan terakhir.
Serangan udara yang diluncurkan Ukraina pada Minggu lalu disebut sebagai salah satu operasi paling berani, dengan menggunakan 117 drone yang dilepaskan dari dalam wilayah Rusia. Operasi ini diberi nama sandi “Spider’s Web” atau “Jaring Laba-Laba”.
Menurut penilaian militer AS, sebanyak 20 pesawat Rusia terkena dampak serangan tersebut, 10 di antaranya dipastikan hancur. Jumlah ini memang lebih sedikit dari klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, namun tetap memberikan pukulan simbolis yang signifikan terhadap kekuatan udara Rusia.
Pemerintah Rusia membantah adanya kerusakan permanen pada pesawat-pesawat tersebut, tetapi sejumlah blogger militer Rusia mengakui bahwa sekitar selusin pesawat mengalami kerusakan parah, termasuk pesawat yang mampu membawa senjata nuklir.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin terkait situasi ini. Dalam percakapan tersebut, Trump mengklaim telah memperingatkan Putin untuk tidak melanjutkan serangan.
Namun, ia juga mengakui bahwa “banyak kebencian” yang bisa memicu balasan keras dari Moskow.
“Saya bilang: Jangan lakukan itu. Kamu seharusnya menghentikannya. Tapi saya rasa itu tidak akan indah,” kata Trump dikutip dari Reuters pada Minggu (8/6).

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
