
Yu-hsuan Lin, calon mahasiswa Harvard, dan beberapa merchandise universitas Harvard. (Reuters/Ann Wang)
JawaPos.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok terus meningkat. Bahkan, menimbulkan efek samping di sektor yang selama ini dianggap netral, yakni pendidikan.
Diketahui, kebijakan Pemerintah Amerika Serikat terbaru di bawah pimpinan Presiden Donald Trump, telah mencabut izin Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa asing menimbulkan kecemasan di kalangan pelajar internasional, termasuk puluhan mahasiswa dari Taiwan.
Usut punya usut, langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah AS untuk menekan institusi elite dan memperketat kontrol terhadap kehadiran asing di lingkungan akademik.
Universitas Harvard, sebagai salah satu kampus paling bergengsi di dunia, menjadi simbol dari sistem pendidikan tinggi AS yang selama ini bergantung pada keragaman global.
Melansir dari Reuters, menanggapi hal tersebut, banyak masyarakat di seluruh dunia yang merasa kecewa dan tidak berdaya, khususnya di Taiwan.
Yu-hsuan Lin, calon mahasiswa Harvard dari Taipei, merasa kecewa dan tidak berdaya melihat bagaimana dinamika politik global kini berdampak langsung pada pendidikan pribadinya.
Bagi Lin dan puluhan mahasiswa lainnya, akses ke pendidikan tinggi di AS yang selama ini dianggap sebagai jalur menuju masa depan yang lebih baik, kini berubah menjadi teka-teki penuh ketidakpastian.
Pemerintah Taiwan telah mencatat setidaknya terdapat 52 mahasiswa asal negaranya akan terdampak langsung oleh keputusan ini.
Sementara itu, seorang mahasiswa lain yang hanya menyebut namanya Vince, menyuarakan keprihatinan lebih luas.
"Saya pikir ini bukan hanya tentang kami sebagai mahasiswa, tapi tentang bagaimana Amerika memandang dunia," ujarnya kepada Reuters.
Kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan serius, apakah sektor pendidikan kini juga menjadi arena pertarungan ideologi dan kepentingan nasional?
Pengamat menilai, di tengah perang dagang, isu pertahanan, dan persaingan teknologi, dunia pendidikan yang selama ini menjadi jembatan antarbangsa mulai berubah menjadi alat kebijakan luar negeri.
Harvard sendiri menyebut pencabutan izinnya sebagai ‘pelanggaran nyata’ terhadap konstitusi AS. Meskipun pengadilan telah sementara menangguhkan perintah tersebut, banyak mahasiswa yang masih belum memperoleh visa mereka, dan kondisi tetap tidak pasti.
Yang menjadi sorotan lebih besar adalah pesan yang dikirim kepada dunia, bahwa Amerika, yang selama puluhan tahun menyambut mahasiswa internasional dengan tangan terbuka, kini menunjukkan sinyal sebaliknya,di bawah tekanan politik dalam negeri dan kebijakan imigrasi yang semakin ketat.
***

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
