Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 21.00 WIB

Apa Itu The Great Powers? Negara-Negara Terkuat yang Menguasai Dunia

Pertemuan Pemimpin Sekutu, Paris 1919. (Dok. Bridgeman Images) - Image

Pertemuan Pemimpin Sekutu, Paris 1919. (Dok. Bridgeman Images)

JawaPos.com - Sepanjang sejarah, dunia selalu memiliki satu atau lebih peradaban dengan pengaruh dan kekuatan luar biasa. Contohnya adalah Kekaisaran Romawi, Kekhalifahan Abbasiyah, Kerajaan Prancis, dan banyak lagi. Mereka merupakan kekuatan dominan, baik di tingkat global maupun regional, dalam berbagai aspek.

Negara-negara dengan kekuatan dominan ini memiliki julukan tersendiri, yaitu The Great Powers atau "Kekuatan-Kekuatan Hebat" dalam Bahasa Indonesia. Menurut britannica.com, The Great Powers merujuk pada negara-negara berdaulat yang memiliki pengaruh besar dalam diplomasi, ekonomi, dan militer, serta mampu memainkan peran penting dalam urusan global. Istilah ini mulai digunakan setelah terbentuknya Konsensus Eropa, sebuah kesepakatan internasional yang muncul pasca-Kongres Wina 1814-1815. 

Dalam perjanjian tersebut, Austria, Prusia, Prancis, Inggris, dan Rusia diakui sebagai kekuatan utama Eropa setelah jatuhnya Napoleon. Kelompok negara-negara Great Powers berfokus pada kekuatan militer dan sumber daya ekonomi untuk mencapai pengaruh hegemonik. Pada aslinya, setiap negara bekerja untuk mencapai sesuai dengan tujuan dan kepentingan mereka sendiri.

Seiring waktu, konsep Great Powers terus mengalami perubahan. Perang Dunia II menjadi titik balik besar dalam peta geopolitik dunia. Negara-negara Eropa yang sebelumnya mendominasi mengalami kehancuran ekonomi dan kehilangan banyak populasi akibat perang. Hal ini menciptakan kekosongan kekuasaan (power vacuum), yang kemudian diisi oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua kekuatan utama dunia.

Meskipun Prancis dan Inggris tetap menjadi negara berpengaruh, dominasi global mulai bergeser. Amerika Serikat, Tiongkok, dan Uni Soviet menjadi negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer terbesar. Kembali melansir britannica.com, konsep The Great Powers berubah lagi setelah tumbangnya Uni Soviet pada tahun 1991. Rusia pun menggantikan posisinya sebagai salah satu kekuatan besar dunia. Sementara itu, negara-negara seperti Brasil, Afrika Selatan, dan India mulai memperkuat posisi mereka di panggung internasional dengan bergabung dalam kelompok BRICS bersama Rusia dan Tiongkok.

Di sisi lain, Uni Eropa, meskipun bukan negara, juga memiliki pengaruh besar dalam politik dan ekonomi global. Organisasi ini bahkan sering dianggap sebagai entitas supranasional yang mampu menyaingi kekuatan Amerika Serikat dalam hal ekonomi, wilayah, dan populasi. Dilansir dari cirsd.org, banyak pakar yang berpendapat bahwa kekuatan Amerika Serikat sebagai satu-satunya Superpower dunia telah menurun dan mulai digantikan oleh Great Power lainnya.

Namun, Amerika Serikat masih memainkan peran penting dalam menentukan arah kebijakan global. Meskipun posisinya mulai melemah, penurunan ini tampaknya belum mencapai tingkat yang sama seperti Uni Soviet pada akhir 1980-an dan awal 1990-an. Hal ini disebabkan oleh masih besarnya kekuatan yang dimiliki Amerika Serikat dalam menjalankan agendanya sendiri serta adanya kelemahan di pihak para rivalnya.

Saat ini, negara-negara yang dianggap sebagai bagian dari Great Powers meliputi Tiongkok, India, Prancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Kekuatan negara-negara ini dapat dikategorikan dalam tiga kelompok utama. Pertama, negara yang memiliki kekuatan ekonomi dan militer seimbang, sehingga mampu menjaga keseimbangan global. Kedua, negara dengan militer kuat tetapi ekonomi yang kurang dominan. Ketiga, negara dengan ekonomi yang kuat tetapi kekuatan militernya lebih terbatas.

The Great Powers utama dunia sejak 1991 yang terdiri dari AS, Inggris, Prancis, Rusia, Tiongkok, Jerman, dan Jepang. (Dok. Bulletin of Atomic Scientists)

Masih berdasarkan sumber yang sama, kekuatan regional berpeluang menjadi Great Powers karena mereka merupakan negara paling dominan di wilayahnya. Namun, untuk mencapai status tersebut, mereka perlu menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga. Di sisi lain, Great Powers sendiri dapat mengalami pelemahan akibat konflik berkepanjangan yang berpotensi mengurangi kohesi internal.

Contoh yang cocok dari pernyataan tersebut adalah ketika Uni Soviet berperang di Afghanistan, Kekaisaran Austria-Hongaria saat Perang Dunia I, dan Kekaisaran Ottoman saat sebelum dan saat Perang Dunia I. Ketiga negara tersebut mengalami peperangan yang cukup lama sehingga dapat melemahkan sistem ekonomi dan militer mereka. Situasi ekonomi yang tidak stabil kemudian menyebabkan terjadinya perlawanan internal yang cukup berkontribusi dalam bubar dan pecahnya ketiga negara tersebut.

Apakah Indonesia berpotensi menjadi Great Power atau negara besar di masa depan? Jawabannya adalah mungkin, asalkan didukung oleh ekonomi yang kuat dan stabil, sistem pertahanan yang tangguh, atau kombinasi keduanya. Menurut laporan dari carnegieendowment.org, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekuatan besar di Asia dan berpeluang bergabung dalam jajaran Great Powers di tingkat global.  

Salah satu faktor utama yang mendukung potensi ini adalah besarnya perekonomian Indonesia, yang termasuk dalam jajaran terbesar di dunia. Selain itu, kebijakan luar negeri Indonesia yang netral di tengah ketegangan antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia juga menjadi keunggulan tersendiri.

Contohnya, saat Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022, Indonesia tidak mengirimkan bantuan militer ke Ukraina, tetapi tetap mengecam invasi tersebut serta menyerukan penarikan pasukan Rusia dalam resolusi PBB. Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia lebih mendorong upaya perdamaian, mengingat ketegangan geopolitik ini dapat berdampak negatif pada ekonomi global, terutama dalam sektor pangan yang turut memengaruhi Indonesia.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore