Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 22.10 WIB

Pesawat Azerbajian dan Jeju Air Jatuh, 2 Kecelakaan Berturut-turut di Akhir Tahun 2024

Petugas darurat beroperasi di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan Airlines di dekat kota Aktau, Kazakhstan Rabu (25/12/2024). (Azamat Sarsenbayev/Reuters).

JawaPos.com - Hanya dalam kurun waktu sebentar, insiden kecelakaan pesawat terjadi dua kali berturut-turut pada akhir tahun 2024. Pertama, kecelakaan pesawat jatuh terjadi pada Pesawat Azerbaijan dekat Kota Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (12/12) lalu.
 
Terbaru, pesawat yang jatuh juga terjadi pada Pesawat Jeju Air saat mendarat di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024).
 
Dua pesawat yang jatuh itu mengakibatkan puluhan korban jiwa. Mencatatkan kasus kecelakaan kelam menjelang tahun baru 2025. 
 
Hingga saat ini, dua kecelakaan pesawat itu juga masih diselidiki oleh pihak yang berwenang.
 
Berikut adalah ringkasan kecelakaan dua pesawat jelang akhir tahun 2024 ini.
 
1. Kecelakaan Pesawat Azerbajian 
 
Pesawat komersial milik Azerbaijan Airlines jatuh pada Rabu (25/12) waktu setempat di dekat Kota Aktau, Kazakhstan. Pesawat tersebut sebelumnya diduga jatuh setelah menabrak kawanan burung.
 
Namun beberapa hari setelah kejadian, jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines yang menurunkan puluhan penumpang itu justru menemukan fakta lain. Klaim bahwa pesawat jatuh akibat kawanan burung tanpa keraguan.
 
 
Sebaliknya, dugaan pesawat jatuh mengarah pada adanya bekas tembakan di ekor pesawat. Diduga kuat bahwa pesawat Azerbaijan Airlines jatuh karena tembakan dari sistem pertahanan udara milik Rusia.
 
Mengutip Euro News, sumber pemerintah Azerbaijan secara eksklusif mengkonfirmasi kepada Euronews bahwa rudal permukaan-ke-udara Rusia menyebabkan jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines di Aktau, Kazakhstan.
 
Menurut sumber tersebut, rudal tersebut ditembakkan ke Penerbangan 8432 selama aktivitas udara pesawat tak berawak di atas Grozny, dan sebagiannya mengenai penumpang dan kabin awak saat meledak di samping pesawat di tengah penerbangan.
 
Atas kejadian itu, Presiden Rusia Vladimir Putin meminta maaf kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev atas kecelakaan tersebut. 
 
Penerbangan Azerbaijan Airlines bernomor J2-8243 jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan setelah mengalihkan rutenya dari Rusia selatan. Wilayah Aktau sendiri masih menjadi bagian dari wilayah udara Rusia. 
 
Permintaan maaf itu disampaikan Putin melalui sambungan telepon dengan Aliyev pada Sabtu (28/12) waktu Moskow. Komunikasi Putin dan Aliyev pertama kali diumumkan oleh Istana Kepresidenan Rusia, Kremlin.
 
"(Presiden) Vladimir Putin menyampaikan permintaan maaf atas insiden tragis yang terjadi di wilayah udara Rusia serta kembali menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan tulus kepada keluarga korban, serta harapan agar para korban luka segera pulih," kata Kremlin melalui sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.
 
Dalam kecelakaan ini, sebanyak 38 orang dari total 67 penumpang termasuk pilot dan kru tewas.
 
2. Kecelakaan Pesawat Jeju Air 
 

Kecelakaan Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Koersel, Minggu (29/12). (Platform X)

 
Detik-detik kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan (Korsel), pada Minggu (29/12), pukul 09.03 waktu setempat terungkap. Kecelakaan ini diduga karena roda pesawat yang tidak berfungsi saat terbang.
 
Berdasar video yang disebarkan media lokal, menunjukkan pesawat bermesin ganda itu meluncur di landasan tanpa roda. Sebelum akhirnya menghantam dinding dan menimbulkan ledakan api dan puing-puing.
 
Dalam video terlihat bahwa pesawat mendarat di Bandara Muan. Namun, pada detik kelima terlihat maskapai yang terbang dari Bangkok, Thailand, tidak terlihat mendarat menggunakan roda.
 
Mengutip The Guardian , dalam kejadian itu, para Saksi melaporkan mendengar suara ledakan yang keras sebelum pesawat menabrak dinding pembatas bandara hingga pecah menjadi dua bagian dan terbakar.
 
Di sisi lain, penyiar lokal MBC menyiarkan rekaman yang tampaknya menunjukkan kejadian tabrakan pesawat yang mengangkut 181 orang ini dengan burung saat melakukan penyebaran. Meski begitu, investigasi terkait penyebab kecelakaan masih berlangsung.
 
Insiden ini menyebabkan sedikitnya 85 orang tewas, menurut laporan dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan.
 
Pesawat yang terbang dari Bangkok, Thailand, ini tergelincir di landasan pacu dan terbakar, menyebabkan kerugian besar dalam salah satu insiden penerbangan paling tragis di negara tersebut.
 
Menurut Badan Pemadam Kebakaran Nasional Korea Selatan, kecelakaan ini terjadi pada pukul 09.03 waktu setempat (00.03 GMT). Pesawat tersebut membawa 175 penumpang dan enam awak.
 
“Kami mengonfirmasi bahwa 85 orang—terdiri dari 46 perempuan dan 39 laki-laki tewas dalam kejadian ini,” kata perwakilan Badan Pemadam Kebakaran Nasional, seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore