Kecelakaan pesawat Pelita Air yang mengangkut BBM, di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Kamis siang (19/2). Pilot ditemukan meninggal dunia. (Basarnas)
JawaPos.com - Kecelakaan pesawat pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) di Dataran Tinggi, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terekam dalam komunikasi antara pilot, Kapten Hendrick, dengan petugas Bandara Long Bawan. Saksi sempat melihat pesawat tersebut miring hingga masuk ke belakang bukit.
Kronologi kecelakaan itu tertuang dalam laporan Kantor SAR Tarakan. Berdasar data penerbangan, pesawat dengan nomor registrasi PK-PAA itu terbang dari Long Bawan menuju Tarakan. Pesawat memulai penerbangan dengan start engine pukul 12.04 WITA.
Setelah itu komunikasi antara pilot dan petugas bandara sampai pesawat lepas landas pukul 12.10 WITA. Hanya berselang 15 menit, pada pukul 12.25 WITA, saksi mata yang berada di apron bandara tersebut melihat pesawat turun dalam kondisi miring dan masuk ke arah bukit di ujung landasan.
”Pihak AirNav unit Long Bawan koordinasi ke bandara mengenai kejadian pesawat tersebut. AirNav unit Long bawan, mendapat info dari pesawat Susi Air PK-BVN telah menerima sinyal ELT aktif radius lebih kurang 5 kilometer dari arah final runway 22,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.
Setelah itu, jajaran Pos TNI AU dan Koramil setempat langsung bergerak bersama masyarakat ke lokasi kecelakaan. Pesawat ditemukan dalam keadaan terbakar pukul 13.25 WITA. Di lokasi yang sama, ditemukan pilot dalam keadaan meninggal dunia.
”Pilot ditemukan meninggal dunia dan dievakuasi dari lokasi pesawat crash. Pukul 15.20 WITA, jenazah pilot dibawa ke Rumah Sakit Pratama Long Bawan,” bunyi laporan tersebut.
Jajaran Polda Kaltara turut bergabung dalam Tim SAR Gabungan tersebut. Dia memastikan, saat ini personel dari Polri sudah bergerak bersama personel dari instansi lainnya di Kaltara.
”Wilayah Gunung Pa' Ramayo Desa Pa'Bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan (lokasi jatuhnya pesawat),” ungkap dia saat dikonfirmasi oleh awak media.
Informasi yang diterima oleh Radar Tarakan (Jawa Pos Group) menyebutkan bahwa kecelakaan terjadi siang tadi. Saat itu pesawat tengah dalam penerbangan dari Tarakan menuju Krayan. Berdasar video yang beredar luas, pesawat itu jatuh dan terbakar.
Merujuk keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Pelita Air, pesawat itu adalah salah satu armada charter di maskapai tersebut. Saat ini proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung. Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah salah satu layanan kargo pengangkut bahan bakar.
”Diawaki oleh satu orang pilot, tanpa awak kabin maupun penumpang, dengan jenis pesawat yang digunakan yaitu Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA,” bunyi keterangan itu.
Pelita Air menyatakan bahwa pesawat tersebut merupakan armada khusus yang melayani misi pengantaran BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan. Saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata, Tarakan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
