Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Desember 2024 | 00.55 WIB

Bukan Karena Burung, Pesawat Azerbaijan Airlines Diduga Kuat Jatuh Ditembak Sistem Pertahanan Udara Rusia

Petugas darurat beroperasi di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan Airlines di dekat kota Aktau, Kazakhstan Rabu (25/12/2024). (Azamat Sarsenbayev/Reuters). - Image

Petugas darurat beroperasi di lokasi jatuhnya pesawat penumpang Azerbaijan Airlines di dekat kota Aktau, Kazakhstan Rabu (25/12/2024). (Azamat Sarsenbayev/Reuters).

JawaPos.com - Pesawat komersial milik Azerbaijan Airlines jatuh pada Rabu (25/12) waktu setempat di dekat Kota Aktau, Kazakhstan. Pesawat tersebut sebelumnya diduga jatuh usai menabrak kawanan burung.
 
Namun beberapa hari setelah kejadian, jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines yang menewaskan puluhan penumpang itu justru menemukan fakta lain. Klaim bahwa pesawat jatuh akibat kawanan burung sementara diragukan.
 
Sebaliknya, dugaan pesawat jatuh mengarah pada adanya bekas tembakan di ekor pesawat. Diduga kuat bahwa pesawat Azerbaijan Airlines jatuh karena tembakan dari sistem pertahanan udara milik Rusia.
 
Mengutip Euro News, sumber pemerintah Azerbaijan secara eksklusif mengkonfirmasi kepada Euronews bahwa rudal permukaan-ke-udara Rusia menyebabkan jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines di Aktau, Kazakhstan.
 
Menurut sumber tersebut, rudal tersebut ditembakkan ke Penerbangan 8432 selama aktivitas udara pesawat tak berawak di atas Grozny, dan pecahannya mengenai penumpang dan awak kabin saat meledak di samping pesawat di tengah penerbangan.
 
Sumber pemerintah mengatakan kepada Euronews bahwa pesawat yang rusak itu tidak diizinkan mendarat di bandara Rusia mana pun meskipun pilot meminta pendaratan darurat, dan diperintahkan terbang melintasi Laut Kaspia menuju Aktau di Kazakhstan.
 
 
Menurut data, sistem navigasi GPS pesawat juga dikabarkan rusak di sepanjang jalur penerbangan di atas laut.
 
Rudal tersebut ditembakkan dari sistem pertahanan udara Pantsir-S, media internasional yang berbasis di Baku, AnewZ, melaporkan, mengutip sumber pemerintah Azerbaijan.
 
Menurut sumber-sumber Rusia, pada saat penerbangan Azerbaijan Airlines melewati wilayah Chechnya, pasukan pertahanan udara Rusia memang secara aktif berusaha menembak jatuh UAV Ukraina.
 
Kepala Dewan Keamanan Republik Chechnya, Khamzat Kadyrov, mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak terhadap Grozny terjadi pada Rabu pagi, dan mencatat tidak ada korban jiwa atau kerusakan. 
 
Jika data awal ini dikonfirmasi, ini akan menjadi kedua kalinya dalam satu dekade pasukan Rusia menghancurkan pesawat komersial setelah jatuhnya MH17 di Ukraina. Kali ini, warga negara Rusia sendiri, serta warga negara tetangga, termasuk di antara korban.
 
Kecelakaan itu juga mengingatkan kita pada insiden sebelumnya pada November 2018, ketika pesawat Air Astana Embraer 190 kehilangan hidrolikanya di atas Portugal tetapi, berkat bantuan Angkatan Udara Portugal, berhasil mendarat dengan selamat.
 
Investigasi lebih lanjut atas kecelakaan hari Rabu itu diharapkan dapat mengungkap keadaan seputar penembakan rudal, tidak adanya izin pendaratan di bandara terdekat di Rusia, dan instruksi untuk menyeberangi laut dengan pesawat yang rusak.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore