Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juni 2024 | 13.46 WIB

Dampak Perubahan Iklim, Warga di Asia Tenggara Rela Bayar Mahal untuk Dapatkan Hunian Ramah Lingkungan

Forum World Cities Summit (WCS) 2024 di Singapore Convention Exhibition, Singapura, Selasa (4/6).

JawaPos.com - Perubahan iklim membuka peluang baru bagi pasar properti di Asia Tenggara. Bahkan, para konsumen bersedia membayar lebih untuk mendapatkan hunian yang ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Chief Executive Officer and Managing Director PropertyGuru Group, Hari V. Krishnan saat menjadi pembicara dalam forum World Cities Summit (WCS) 2024 di Singapore Convention Exhibition, Singapura, Selasa (4/6).
 
"Saya pikir satu hal yang menarik adalah bahwa masyarakat di belahan dunia ini semakin menerima kenyataan bahwa mereka hidup di dunia yang terkena dampak negatif perubahan iklim, seperti yang telah dibahas beberapa kali di panel ini," kata Hari saat memberikan pernyataan.
 
 
Hari mencontohkan, di Singapura sebanyak 80 persen warganya bersedia membayar lebih untuk mendapatkan hunian yang ramah lingkungan. Karena itu, Singapura berupaya membangun kota hijau yang ramah lingkungan.
 
"Dalam salah satu jajak pendapat kami baru-baru ini di Singapura, 80 persen warga Singapura mengatakan mereka bersedia membayar lebih untuk rumah yang dibangun secara ramah lingkungan," papar Hari.
 
Karena itu, kata Hari, Singapura berupaya membangun kota hijau, dengan menyediakan berbagai fasilitas. Sebab, saat ini urbanisasi dan digitalisasi berjalan bersamaan.
 
 
"Program kota hijau dari Dewan Pembangunan Perumahan Singapura melihat tantangan yang muncul sebagai sebuah proyek yang ramah lingkungan," ucap Hari.
 
Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, kota kreatif akan mampu menjadi smart city atau kota cerdas.Ia mengutarakan, di Indonesia smart city dan smart tourism berjalan beriringan dan saling berkaitan. 
 
"Smart City itu harus juga creative city, jadi untuk menciptakan kota-kota yang cerdas itu harus juga punya kota-kota yang kreatif," ujar pria yang karib disapa Sandi ini dalam forum WCS di Singapura.
 
Sandi menjelaskan, Indonesia mempunyai  lima kota kreatif kelas dunia, di antaranya Bandung, Jakarta, Pekalongan, Ambon dan Solo. Ia juga menginginkan, kota-kota lainnya di Indonesia mampu menghadirkan berbagai kreatifitas dari sumber daya masyarakat (SDM).
 
 
"Bagaimana kita menyiapkan kota kini untuk menjadi kota-kota kreatif," ucap Sandi.
 
Ia juga menyatakan, Indonesia ke depan menghadirkan konsep sustainability atau berkelanjutan, hal ini akan diterapkan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, pembangunan IKN tidak akan mengganggu alam sekitar, sehingga akan menekan emisi karbon.
 
"Bagaimana kita tidak mengganggu alam dan konsep kota ke depan itu tidak menambah beban terhadap lingkungan, bagaimana kota ke depan itu bukan hanya meng-offside emisi karbon, tapi juga me-regenereize atau berdampak positif terhadap isu-isu lingkungan," pungkas Sandi.
 
Dalam kesempatan ini, JawaPos.com berkesempatan langsung berpartisipasi dalam Program Jurnalis Tamu “Menuju Singapura yang Berkelanjutan dan Tangguh” pada  3-6 Juni di Singapura. Program ini diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF).
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore