JawaPos.com - Sebuah helikopter mengalami kecelakaan di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur. Nahasnya, helikopter tersebut mengangkut penumpang penting yang mana di dalamnya ada Presiden Iran Ebrahim Raisi bersama dengan penumpang lainnya.
Akibat kecelakaan yang terjadi pada Minggu (19/5) itu, Presiden Ebrahim Raisi, menteri luar negerinya, dan pejabat senior lainnya dipastikan tewas dalam kecelakaan helikopter setelah pencarian semalaman yang panjang di tengah kabut tebal dan salju di daerah pegunungan di provinsi Azerbaijan Timur yang dikenal merupakan wilayah berbatu-batu di Iran.
Jenazah mereka ditemukan pada Senin (20/5) pagi, beberapa jam setelah helikopter mereka jatuh. Demikian dilaporkan langsung oleh media pemerintah Iran.
Kecelakaan ini memberikan tantangan bagi para pemimpin senior negara tersebut. Hal ini mengingat Iran tengah berada di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global yang berpusat pada perang di Gaza, Palestina, sementara Iran adalah salah satu negara musuh bebuyutan Israel.
Dilansir via Al-Jazeera, berikut ini adalah pejabat yang tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah Provinsi Azerbaijan Timur.
Presiden Iran Ebrahim Raisi
Pemimpin Iran berusia 63 tahun itu telah lama dipandang sebagai penerus Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, otoritas tertinggi di negara itu. Raisi adalah seorang konservatif agama garis keras yang memiliki hubungan erat dengan peradilan dan elit agama Iran.
Saat berusia awal 20-an, ia diangkat menjadi jaksa di beberapa kota hingga ia mendapatkan jabatan di ibu kota Teheran untuk bekerja sebagai wakil jaksa pada tahun 1989. Upaya pertamanya untuk memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2017 gagal, namun ia akhirnya berhasil pada tahun 2021.
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian
Korban tewas kedua adalah fiplomat terkemuka Iran, yang bersama Presiden Raisi di helikopter yang jatuh, memainkan peran penting dalam mengubah kebijakan luar negeri Iran dari keterlibatan dengan Barat menjadi meningkatkan hubungan dengan negara-negara tetangga regionalnya.
Amirabdollahian, 60 tahun, telah menjabat beberapa posisi di Kementerian Luar Negeri Iran sejak 1997, termasuk sebagai duta besar untuk Bahrain dan wakil menteri luar negeri untuk urusan Arab dan Afrika.
Raisi menominasikannya sebagai menteri luar negeri setelah ia menjadi presiden pada tahun 2021.
Salah satu prestasi terbesar Amirabdollahian adalah membantu memulihkan hubungan diplomatik Iran dengan Arab Saudi sebagai bagian dari perjanjian yang ditengahi Tiongkok dan mengunjungi kerajaan tersebut pada tahun 2023 dalam pencairan besar-besaran hubungan antara kedua negara.
Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Iran, Malik Rahmati
Malek Rahmati baru-baru ini ditunjuk sebagai gubernur baru provinsi Azerbaijan Timur oleh kabinet Iran. Sebelumnya, ia telah mengambil sejumlah peran dalam sistem politik Iran.
Dia sebelumnya ditunjuk sebagai kepala Organisasi Privatisasi Iran, serta wakil direktur AQR. Dirinya ikut tewas dalam kecelakaan helikopter yang ditumpangi oleh Presiden Iran, Ebrahim Raisi.
Rahmati juga pernah menjadi ketua Organisasi Ekonomi Razavi, yang didirikan pada akhir tahun 1990an untuk mendapatkan sumber daya keuangan AQR; dan anggota dewan direksi, serta wakil ketua Organisasi Ekonomi Kowsar, sebuah entitas yang aktif di banyak sektor ekonomi, termasuk pertambangan, pertanian, dan kesehatan dan Rahmati juga pernah menjabat beberapa posisi manajerial lainnya di Kementerian Dalam Negeri Iran.
Wakil Pemimpin Tertinggi Iran untuk Azerbaijan Timur, Ayatollah Mohammad Ali Al-Hashem
Wakil pemimpin tertinggi di provinsi Azerbaijan Timur dan seorang imam di kota Tabriz, Mohammad Ali Ale-Hashem juga termasuk di antara mereka yang tewas. Ale-Hashim juga merupakan anggota dewan provinsi Dewan Kemanfaatan dan wakil provinsi di Majelis Ahli.
Siapa lagi yang terbunuh? Dia adalah Sardar SEED Mehdi Mousavi, kepala tim pengawal Raisi, pilot helikopter Kolonel SEED Taher Mostafavi, co-pilot Kolonel Mohsen Daryanush, dan teknisi penerbangan Mayor Behrouz Ghadimi, semuanya tewas dalam kecelakaan tersebut yang mengundang banyak perhatian para pemimpin dunia, termasuk Indonesia. (*)