
Detik-detik TNI AU mengevakuasi 8 jenazah korban kecelakaan Helikopter PK-CFX di Kalbar. (TNI AU)
JawaPos.com - Operasi SAR kecelakaan Helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX ditutup pada Jumat sore (17/4). Keputusan itu diambil oleh Basarnas setelah evakuasi 8 jenazah korban selesai. Berdasar hasil evaluasi, Tim SAR Gabungan tidak perlu meneruskan operasi kemanusiaan tersebut.
Kepala Kantor SAR Kelas A Pontianak I Made Junetra menyampaikan bahwa evaluasi operasi SAR tersebut berlangsung mulai pukul 14.00 WIB. Sekitar 35 menit kemudian, Basarnas selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengumumkan operasi ditutup.
”Seluruh korban telah ditemukan, namun dalam kondisi meninggal dunia. Kami turut berduka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Junetra kepada awak media di Pontianak.
Kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam Tim SAR Gabungan, dia menyampaikan terima kasih. Dalam operasi tersebut, TNI AU, TNI AD, BPBD, Polri, PMI, AirNav, pemerintah daerah, masyarakat, dan potensi SAR lainnya turut terlibat secara aktif.
Operasi SAR Helikopter PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) berlangsung sejak kemarin pagi. Operasi terus berlanjut sampai evakuasi jenazah korban selesai dilakukan.
Junetra menyampaikan bahwa pada pukul 05.30 WIB tadi bagi, Tim SAR Gabungan sudah menetapkan rencana akhir evakuasi seluruh korban melalui 2 jalur. Yakni jalur darat menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar dan jalur udara menggunakan Helikopter Super Puma dari Lanud Supadio Pontianak.
Baca Juga:Gubernur Pramono Anung Siapkan 6 Paket Insentif PBB Jakarta 2026, dari Diskon hingga Gratis
Pada pukul 08.18 WIB, Helikopter Super Puma bergerak menuju lokasi penjemputan jenazah di Kompi 642 Sanggau. Helikopter tiba di lokasi pada pukul 09.12 WIB, kemudian langsung melakukan proses pemuatan seluruh korban. Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 09.15 WIB, helikopter kembali lepas landas menuju Lanud Supadio di Pontianak.
”Pada pukul 09.57 WIB, Helikopter Super Puma berhasil mendarat di Lanud Supadio Pontianak. Seluruh korban kemudian dipindahkan menggunakan 8 unit ambulans untuk dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalimantan Barat,” jelasnya.
Ambulans yang membawa 8 jenazah korban tiba di Rumah Sakit Bhayangkara pada pukul 10.31 WIB. Selanjutnya, seluruh jenazah korban diserahterimakan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Kalbar untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa para korban terdiri atas 2 orang kru bernama Kapten Marindra Wibowo sebagai pilot dan engineer bernama Harun Arasyid.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
