
Helikopter Super Puma TNI AU melaksanakan operasi SAR udara di Kalbar. Operasi SAR dilaksanakan untuk mencari Helikopter PK-CFX yang hilang kontak pagi tadi. (Basarnas)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan telah menemukan Helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX di Tapang Tinggang, Kecamatan Nangka, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Serpihan helikopter yang dilaporkan hilang kontak pukul 08.39 WIB pada Rabu (16/4) ditemukan Helikopter Super Puma milik TNI AU melakukan operasi SAR mulai pukul 13.10 WIB.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa dalam pencarian tersebut TNI AU turut mengerahkan pasukan khusus dari Korpasgat. Total ada 10 orang yang on board dalam operasi SAR menggunakan Helikopter Super Puma yang terbang dari Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Supadio.
”Pada pukul 15.25, Helikopter Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” terang Syafii.
Berdasar data yang diterima oleh Tim SAR Gabungan, helikopter tersebut hilang kontak pada koordinat 0'10"51.91 S - 110'47"25.49 E. Untuk memastikan hasil operasi SAR udara, Basarnas telah menginformasikan temuan tersebut kepada tim darat yang sudah dikerahkan sejak siang tadi. Unsur darat tersebut terdiri atas Tim Rescue dari Pos SAR Sintang. Mereka bergerak sejak pukul 11.00 WIB.
”Kondisi medan lokasi jatuh atau hilang kontak (helikopter tersebut) berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” imbuhnya.
Selain unsur dari Pos SAR Sintang, turut serta dalam tim darat personel dari TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, dan Potensi SAR Kabupaten Sintang. Mereka mengupayakan pencarian helikopter yang membawa 6 orang penumpang dan 2 orang kru tersebut. Syafii memastikan, tim di lapangan mengupayakan pencarian semaksimal mungkin.
”Basarnas berkomitmen untuk melaksanakan operasi SAR seoptimal mungkin dengan dibantu oleh seluruh potensi SAR,” imbuhnya.
Perwira tinggi bintang tiga TNI AU itu memohon doa kepada semua pihak agar Tim SAR Gabungan dapat melaksanakan tugas dengan aman, lancar, selamat, dan tuntas. Sebelumnya, diinformasikan bahwa helikopter tersebut terbang dari area Perkebunan PT Citra Mahkota, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalbar pada pukul 08.34 WIB.
Berdasar informasi dari AirNav, helikopter tersebut hilang kontak 5 menit pasca take off pukul 08.39 WIB. Helikopter itu hilang dari pantauan radar dan gagal melakukan komunikasi rutin. Pada pukul 09.15 WIB, Basarnas Command Center mengidentifikasi sinyal darurat. Operasi SAR pun langsung dilakukan dengan mengerahkan tim darat dan tim udara.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
