Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2024 | 17.42 WIB

Netanyahu Tegaskan Israel Tidak akan Bayar Harga Apa pun untuk Pembebasan Sandera di Gaza

PM Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Konferensi Presiden Organisasi Yahudi Amerika, di Yerusalem. (Ronen Zvulun/Reuters) - Image

PM Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Konferensi Presiden Organisasi Yahudi Amerika, di Yerusalem. (Ronen Zvulun/Reuters)

JawaPos.com – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich pada Selasa (20/2) mengatakan bahwa Israel tidak akan membayar harga apa pun untuk pemulangan sandera yang masih ditahan di Gaza di tengah negosiasi yang sedang berlangsung untuk menjamin pembebasan mereka.

Dilansir dari Reuters, ketika ditanya mengenai 134 sandera yang masih berada di Gaza, Smotrich kepada Kan Radio, siaran radio di Israel, mengatakan bahwa kembalinya mereka sangat penting, tetapi tidak dapat dibebaskan dengan cara apa pun.

Dia mengatakan bahwa cara untuk membebaskan para sandera adalah dengan meningkatkan tekanan militer terhadap Gaza dan mengalahkan Hamas.

Pernyataannya tersebut mendapat kecaman dari Pemimpin Oposisi Israel, Yair Lapid dan Menteri Kabinet Perang, Benny Gantz, serta membuat marah beberapa keluarga sandera yang berusaha meningkatkan tekanan pada pemerintah untuk mencapai kesepakatan.

Tak lama setelah pernyataan Smotrich tersebut, kantor PM Benjamin Netanyahu menerbitkan pernyataan yang mendukung Smotrich.

“Ada banyak tekanan terhadap Israel dari dalam dan luar negeri untuk menghentikan perang sebelum kita mencapai semua tujuan kita, termasuk kesepakatan untuk membebaskan sandera dengan cara apa pun,” kata Netanyahu.

“Kita tidak bersedia membayar harga apa pun, tentu saja bukan biaya khayalan yang diminta Hamas dari kami, yang berarti kekalahan dari Negara Israel,” sambungnya.

Pernyataan itu muncul ketika AS berencana mengirim utusan Timur Tengahnya ke wilayah tersebut untuk melanjutkan pembicaraan antara AS, Mesir, Israel, dan Qatar yang berupaya menjadi perantara gencatan senjata dan pembebasan sandera.

Israel mengatakan bahwa 1.200 orang tewas dan 253 lainnya diculik ke Gaza selama serangan 7 Oktober yang dipimpin Hamas di kota-kotanya.

Sejak saat itu, serangan udara, darat, dan laut Israel telah menewaskan hampir 29.000 warga Palestina dengan ribuan lainnya terperangkap di bawah reruntuhan.

Pembebasan sandera yang telah terjadi sejauh ini adalah pada jeda negosiasi selama seminggu pada bulan November, ketika Hamas membebaskan 110 orang Israel dan orang asing yang telah mereka tangkap.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore