
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menekankan bahwa Amerika dan Israel adalah penyebab di balik kurangnya keamanan yang terjadi di kawasan Laut Merah.
JawaPos.com – Konflik di Laut Merah antara Amerika-Inggris dan Yaman masih berlanjut. Isu keterlibatan dan perintah dari Iran juga semakin merebak di dunia Internasional. Isu tersebut lantas dibantah langsung oleh Kementerian Luar Negeri Iran.
Dilansir dari Saba.ye, Kamis (18/1), Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian menegaskan bahwa Yaman tidak menerima perintah apapun dari Iran. Menteri Luar Negeri Iran itu juga menekankan bahwa Amerika dan Israel adalah penyebab di balik kurangnya keamanan yang terjadi di kawasan Laut Merah.
Pada Rabu (17/1), Kantor Berita Farsnews Iran mengutip pernyataan Abdollahian bahwa rakyat Yaman dan rakyat negara-negara lain yang membela rakyat Palestina bertindak berdasarkan inisiatif dan kepentingan mereka dan tidak menerima perintah dari Iran.
"Keamanan maritim sangat penting bagi kami karena kami mengekspor minyak, dan jika terjadi kekacauan keamanan di sekitar kami, hal itu tidak akan menguntungkan kami," imbuh Abdollahian.
"Kami (Iran) percaya bahwa tindakan apapun yang mengacaukan dan mengganggu kawasan Laut Merah berakar pada Israel dan genosida yang dilakukannya di Gaza," lanjut Abdollahian dalam pernyataan tersebut.
Abdollahian juga memberi peringatan kepada Amerika dan Presiden Joe Biden agar tidak menghubungkan nasib mereka dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Abdollahian berkata, dukungan penuh Washington terhadap Tel Aviv adalah alasan utama ketidakamanan di kawasan Laut Merah tersebut.
Abdollahian menekankan bahwa keamanan Laut Merah sangat penting bagi Iran dan menekankan kepada Amerika untuk menghentikan perang di Gaza. Abdollahian juga menanggapi kasus yang melibatkan Iran baru-baru ini. Mengenai pemboman rudal terhadap markas mata-mata Mossad dan teroris ISIS di Irak dan Syria, Abdollahian mengatakan bawah tindakan tersebut dilakukan dalam rangka perang melawan terorisme dan pertahanan yang sah.
Menlu Iran tiba di Swiss pada Selasa (16/1) malam untuk berpartisipasi dalam program KTT Davos dan mengadakan pertemuan bilateral dengan rekan-rekannya dan pejabat senior dari berbagai negara. Pertemuan itu untuk membahas dan bertukar pandangan mengenai isu-isu bilateral, regional, dan internasional yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos diadakan mulai 15 Januari hingga 19 Januari dengan slogan ‘Membangun Kembali Kepercayaan’. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh presiden-presiden dan perwakilan lebih dari 100 negara.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
