
Serangan Militan Houthi di Laut Merah. (Houthi Military Media/REUTERS)
JawaPos.com – Dunia internasional baru-baru ini digemparkan dengan adanya berita Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyerang Yaman.
AS dan Inggris bersekutu menyerang meluncurkan rudal ke Yaman untuk menyerang Houthi pada jumat (12/1) pagi.
Dilansir dari Al Jazeera (13/1), penyerangan tersebut terjadi sebagai tanggapan atas penyerang kapal-kapal yang ada di Laut Merah.
Sebelumnya AS menahan diri untuk tidak menyerang karena takut akan terjadi gencatan senjata dan konflik yang lebih luas. Namun pada hari selasa (9/1), kelompok Houthi menyerang kapal-kapal menggunakan drone dan juga menggunakan rudal ke sejumlah kapal komersil yang ada di Laut Merah.
Laut Merah adalah salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia, terletak di selatan Terusan Suez, jalur air paling penting yang menghubungkan Eropa ke Asia dan Afrika Timur.
Yaman terletak di sepanjang pantai tenggara laut, yang bertemu dengan Teluk Aden.
Presiden AS Joe Biden mengatakan serangan tersebut merupakan tindak lanjut dari serangan “belum pernah terjadi sebelumnya” oleh kelompok Houthi terhadap kapal komersial di Laut Merah dan memperingatkan bahwa ia “tidak akan ragu” untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
“Serangan yang ditargetkan ini adalah pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat dan mitra kami tidak akan menoleransi serangan terhadap personel kami atau membiarkan pihak yang bermusuhan membahayakan kebebasan navigasi,” kata Biden tentang serangan melalui udara dan laut.
Serangan tersebut menyerang hampir 30 lokasi di Yaman dengan menggunakan lebih dari 150 amunisi, kata Letnan Jenderal Douglas Sims, direktur Staf Gabungan AS, pada Jumat malam. Ia memperkirakan tidak akan banyak korban jiwa karena sasarannya adalah mereka yang berada di daerah pedesaan.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan Politik Tertinggi Houthi mengancam bahwa “semua kepentingan Amerika-Inggris telah menjadi sasaran sah angkatan bersenjata Yaman sebagai tanggapan atas agresi langsung dan yang mereka nyatakan terhadap Republik Yaman.”
Sebelumnya, kelompok Houthi menyebut serangan di Yaman “biadab”, mengancam akan melakukan pembalasan dan juga mengatakan mereka akan terus menargetkan kapal-kapal yang menuju Israel selama perang di Gaza terus berlanjut.
“Musuh Amerika dan Inggris memikul tanggung jawab penuh atas agresi kriminalnya terhadap rakyat Yaman, dan hal ini tidak akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihukum,” ucap Yahya Saree, juru bicara militer kelompok tersebut.
Namun, pemerintah Yaman yang didukung Saudi dan diakui secara internasional menyalahkan Houthi atas serangan Inggris dan AS terhadap negara tersebut, dan mengatakan bahwa pemberontak memikul tanggung jawab karena menyeret Yaman ke arena konfrontasi militer atas serangan mereka di Laut Merah.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
