Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 21.38 WIB

Mesir Rencanakan Strategi Baru dalam Mengakhiri Perang di Jalur Gaza, Israel dan Hamas Beri Tanggapan Dingin

Mesir rencanakan strategi baru dalam mengakhiri perang Israel - Hamas./AFP - Image

Mesir rencanakan strategi baru dalam mengakhiri perang Israel - Hamas./AFP

Jawapos.com – Mesir merupakan salah satu negara yang menjadi mediator dalam konflik antara Israel dan Hamas sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Baru-baru ini, negara yang berbatasan langsung dengan Gaza tersebut mengeluarkan sebuah proposal yang bakal mengakhiri perang antara Israel dan Jihad Palestina. ‘

Rencana Mesir tersebut menyerukan pembebasan sandera secara bertahap dan pembentukan pemerintahan Palestina yang terdiri dari para ahli untuk mengelola Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Hal ini diungkapkan oleh seorang pejabat senior Mesir dan seorang diplomat Eropa yang mengetahui proposal tersebut.

Pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama saat membahas proposal tersebut, mengatakan, rinciannya telah dikerjakan bersama negara Teluk Qatar dan disampaikan kepada Israel, Hamas, Amerika Serikat, dan pemerintah Eropa.

Seperti yang diketahui, Kairo dan Qatar sama-sama menjadi penengah antara Israel dan Hamas, sementara AS adalah sekutu terdekat Israel dan kekuatan utama di wilayah tersebut.

Menanggapi rencana tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak mengomentari.

Namun ketika berbicara kepada anggota Partai Likud, ia mengatakan ia bertekad untuk terus melanjutkan seranganya.

Hal ini karena rencana Kairo tidak mencapai tujuan yang dinyatakan Tel Aviv untuk menghancurkan Hamas.

Hal ini juga tampaknya bertentangan dengan desakan Israel untuk mempertahankan kendali militer atas Gaza untuk jangka waktu lama setelah perang.

Meskipun menolak, akan tetapi Netanyahu menghadapi tekanan domestik yang besar untuk mencapai kesepakatan untuk memulangkan lebih dari 100 sandera Israel yang masih disandera di Gaza.

Sementara itu Hamas tidak secara resmi bereaksi terhadap usulan tersebut. Namun tidak jelas apakah Hamas akan setuju melepaskan kekuasaan setelah menguasai Gaza selama 16 tahun terakhir.

Izzat Rishq, seorang pejabat senior Hamas mengeluarkan pernyataan yang mengulangi posisi kelompok tersebut bahwa mereka tidak akan bernegosiasi tanpa  mengakhiri agresi sepenuhnya.

Dia juga mengatakan,  Hamas tidak akan menyetujui gencatan senjata sementara atau sebagian dalam jangka waktu singkat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore