
Jumlah jutawan Rusia meningkat sekitar 56.000 pada tahun lalu, menurut laporan terbaru UBS. (sumber: Poca Wander/Getty Images)
JawaPos.com - Meskipun sedang terjadi perang di Ukraina dan tekanan ekonomi, penduduk Rusia justru mengalami peningkatan kekayaan sebesar $600 miliar pada tahun 2022, menurut Laporan Kekayaan Global UBS.
Jumlah jutawan dan individu dengan kekayaan di atas $50 juta juga meningkat signifikan. Sementara itu, Amerika Serikat mengalami penurunan kekayaan sebesar $5,9 triliun, dan gabungan Amerika Utara dan Eropa kehilangan total kekayaan mencapai $10,9 triliun, menurut laporan tersebut.
Konflik di Ukraina secara signifikan mempengaruhi perekonomian Rusia, meningkatkan harga-harga di dalam negeri, dan memaksa Moskov untuk mengalokasikan sepertiga anggarannya pada bidang pertahanan.
Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina juga menyebabkan adanya pembatasan akses gas, minyak, dan komoditas, sehingga imbasnya terjadi kenaikan harga energi, komoditas, hingga pangan.
Meskipun jumlah jutawan di Amerika Serikat berkurang sebanyak 1 juta pada akhir 2022, negara ini masih mendominasi dengan menyumbang lebih dari 50% dari individu berkekayaan tinggi global.
Sementara itu, Rusia mengalami peningkatan kekayaan meskipun invasi ke Ukraina pada Februari yang memicu sanksi Barat dan dampak ekonomi negara, termasuk penurunan saham di bursa Mosko.
UBS mengakui bahwa “tren kekayaan di Rusia sulit ditentukan saat ini,” namun UBS menyorotinya sebagai salah satu dari segelintir negara yang menjadi lebih kaya pada tahun 2022.
Kenaikan harga minyak mungkin menjadi faktor di balik hal ini, karena ekspor minyak adalah pendorong utama ekonomi Rusia.
Meksiko, India, dan Brasil juga mencatat peningkatan kekayaan yang signifikan, sementara Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Kanada, dan Australia mengalami kerugian besar, demikian laporan UBS.
Lepas dari ha tersebut, untuk upaya perdamaian sendiri telah dilakukan beberapa upaya yang telah dilakukan antara Rusia dan Ukraina.
Pada tanggal 9 Maret 2022, sejumlah aktivis, anggota parlemen, dan organisasi anti-perang yang tergabung dalam Progresif Internasional menggelar acara diskusi virtual 'Forum untuk Perdamaian' untuk mengeskplorasi solusi bagi invasi Rusia ke Ukraina.
Selain itu, pada tanggal 6 Juni 2023, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto mengusulkan tiga poin untuk mencapai perdamaian antara Rusia dan Ukraina, yaitu zona demiliterisasi, pengawasan PBB, dan referendum.
Namun, hingga saat ini, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan belum ada kesepakatan perdamaian yang dicapai.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
