Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 00.33 WIB

Tragedi Penembakan di Salah Satu Tempat Wisata di Swiss, Dua Orang Tewas dan Satu Terluka

Sebastien Robin saat ini menjadi buronan polisi. (Daily Mail UK & EPA) - Image

Sebastien Robin saat ini menjadi buronan polisi. (Daily Mail UK & EPA)

JawaPos.com - Polisi memburu seorang pria bersenjata berusia 36 tahun, yang diduga membunuh dua orang dan melukai seorang lainnya di sebuah tempat wisata di Swiss (11/12).

Sebastien Robin diduga menembaki beberapa orang di kota Sion, Swiss sekitar pukul 8 pagi waktu setempat sebelum melarikan diri, kata petugas di negara bagian Valais.

Pengejaran terhadap Robin sedang dilakukan, pelaku dikatakan menembaki para korbannya di perusahaan lukisan Sarosa di daerah Ronquoz, dan kemudian di daerah Potences di kota kecil tersebut.

Polisi mengungkapkan jika Robin tampaknya telah mengenal para korbannya, akan tetapi mereka tidak memberikan rincian lebih lanjut atau menjelaskan mengapa dia melepaskan tembakan.

Polisi menggambarkannya sebagai buronan yang 'berbahaya' dan mendesak anggota masyarakat untuk tidak mendekatinya.

"Dua orang tewas dan seorang lainnya terluka," kata polisi, seraya menambahkan bahwa motif Robin melakukan penembakan masih belum diketahui.

"Menurut temuan awal, pelaku mengenal para korbannya," lanjut pihak polisi seperti yang dikutip Daily Mail UK.

Blokade jalan telah dipasang di sekitar kanton Valais dalam upaya untuk menghentikan pria bersenjata itu melarikan diri dari negara tersebut. Perbatasan antara Swiss dan Italia yang berjarak sekitar 50 mil.

Jaksa penuntut setempat membuka penyelidikan pembunuhan dan mendesak para saksi untuk datang ke Sion, sebuah kota berpenduduk sekitar 35.000 orang di barat daya negara itu.

Swiss, yang memiliki populasi sekitar sembilan juta jiwa, serta memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi.

Small Arms Survey, sebuah organisasi berbasis di Swiss yang memantau tren global dalam kekerasan bersenjata, memperkirakan jumlah senjata api yang dimiliki oleh warga sipil mencapai 2,3 juta.

Swiss mewajibkan wajib militer bagi para pria, yang berarti bahwa semua orang yang berusia antara 18 dan 34 tahun diberi pistol atau senapan yang 'layak pakai' serta pelatihan cara menggunakannya.

Setelah para prajurit menyelesaikan masa wajib militernya, mereka biasanya dapat membeli dan menyimpan senjata dinas mereka. Namun untuk memiliki senjata tersebut, bisa mereka masih memerlukan izin.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore