Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 21.11 WIB

Singapura Netral Masalah Israel-Palestina, Tetap pada Prinsip ‘Teman bagi Semua, Bukan Musuh bagi Siapa pun’

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, tengah, mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsa pada tahun 2016 (AP/Mahmoud Illean) - Image

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, tengah, mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsa pada tahun 2016 (AP/Mahmoud Illean)

JawaPos.com – Perang Israel dan Palestina memang telah mencuri perhatian seluruh dunia, mulai dari pemerintahan hingga warga biasa.

Banyak dari mereka akhirnya terpecah dengan memilih berada di pihak masing-masing.

Beberapa negara telah menunjukkan dukungannya terhadap Palestina, namun ada pula yang juga mendukung Israel.

Berbeda dengan Indonesia yang tegas mendukung kemerdekaan untuk Palestina. Negara tetangga, Singapura mengambil sikap tak ingin campur tangan.

Dilansir JawaPos.com dari Aljazeera (21/11), Wakil Perdana Menteri, Lawrence Wong mengungkapkan bahwa sikap Singapura menyesuaikan kebijakan luar negeri yaitu ‘teman bagi semua orang dan bukan musuh bagi siapa pun’.

“Dukungan lama Singapura terhadap resolusi dua negara tetap tidak berubah, bahwa rakyat Palestina memiliki hak atas tanah air dan Israel memiliki hak untuk hidup dalam lingkungan yang aman,” imbuh Lawrence.

Politikus kelahiran 1972 itu juga menjelaskan, bahwa negaranya konsisten dengan prinsip yang sejalan dengan hukum internasional dan mendukung perdamaian serta keamanan global.

Singapura mengecam serangan pejuang Palestina Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang dan 200 orang yang menjadi tawanan, mereka menyebut ini sebagai tindakan terorisme.

Namun, mereka juga mengutuk Israel atas jumlah korban tewas yang terus bertambah di Gaza, Palestina.

Akhir bulan Oktober kemarin, Singapura termasuk di antara 120 negara yang memberikan suara mendukung resolusi untuk melindungi warga sipil dan menegakkan kewajiban hukum dan kemanusiaan selama sesi darurat Majelis Umum PBB.

Seorang analis politik dan profesor hukum di Singapore Management University (SMU), Eugene Tan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada kontradiksi dalam sikap warga Singapura yang berempati terhadap penderitaan rakyat Palestina dan mengambil sikap bahwa serangan terhadap Israel juga tidak dapat dibenarkan.

“Singapura didasarkan pada ketaatan hukum internasional, khususnya kemerdekaan dan kedaulatan negara,” ungkap Tan.

Tan menambahkan bahwa dimungkinkan untuk mendukung hak Israel demi mempertahankan diri, namun juga menuntut agar tanggapan Israel harus konsisten dengan aturan dan persyaratan hukum internasional, sehingga keselamatan, keamanan dan kesejahteraan warga sipil tetap terjaga.

Sementara itu, warga Singapura telah menyerukan untuk segera dilaksanakannya aksi gencatan senjata di Gaza, tercatat hingga Senin (20/11) seruan tersebut telah ditandatangani oleh 26.280 orang.

Pemerintah Singapura pada bulan Oktober lalu sudah menolak lima permohonan untuk menggunakan Speakers Corner di acara-acara demonstrasi yang berkaitan dengan perang Israel dan Palestina, meskipun sebelumnya pernah mengizinkan aksi demo selama perang Israel-Palestina di tahun 2014 silam.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore