Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 19.08 WIB

Israel Rilis Video yang Menampilkan Sejumlah Senjata Usai Penggeledahan di RS Al-Shifa, Begini Respons Hamas

Sebuah tangkapan layar dari rilis video militer Israel yang menunjukkan berbagai senjata ditemukan di RS Al-Shifa. - Image

Sebuah tangkapan layar dari rilis video militer Israel yang menunjukkan berbagai senjata ditemukan di RS Al-Shifa.

JawaPos.com - Pengepungan yang dilakukan oleh militer Israel (IDF) terhadap satu-satunya fasilitas medis di Gaza yaitu Rumah Sakit AL-Shifa telah mencapai puncaknya pada Rabu (15/11). Tank-tank serta para tentara Israel telah berhasil memasuki wilayah RS Al-Shifa melalui gerbang timur.

Tidak hanya itu, IDF juga memasuki gedung dan menggeledah ruangan bawah tanah yang berada di RS. Dilansir dari Reuters, beberapa waktu setelah militer zionis melakukan penggeledahan di ruang bawah tanah RS Al-Shifa, mereka menunjukkan sebuah video yang menampilkan berbagai senjata api di fasilitas medis tersebut.

“Pasukan Israel menemukan senjata dan peralatan tempur Hamas di rumah sakit Al Shifa di Jalur Gaza selama penggeledahan pada hari Rabu,” kata kepala juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari.

Dalam video tersebut, para tentara menunjukkan berbagai jenis senjata yang ditemukan dari sebuah bangunan yang dirahasiakan di dalam kompleks rumah sakit besar tersebut.

Beberapa di antaranya yakni senapan otomatis, granat, amunisi, dan jaket anti peluru yang dipajang di atas karpet warna biru. Sementara itu, pihak Hamas menolak kebenaran dalam video dan mengatakan hal tersebut adalah sebuah kebohongan dan propaganda murahan.

Israel memang menargetkan pengepungan terhadap beberapa fasilitas medis di Jalur Gaza karena diklaim sebagai markas militer Hamas.

“Aset-aset di Rumah Sakit Al-Shifa, seperti halnya di Rantissi, membuktikan bahwa rumah sakit telah digunakan untuk tujuan militer untuk melakukan teror, yang bertentangan langsung dengan hukum internasional,” kata Hagari.

Sebagai informasi, Israel, yang secara efektif memblokade Gaza, telah menolak gencatan senjata, dengan alasan bahwa Hamas hanya akan menggunakannya untuk berkumpul kembali. Akan tetapi, mereka telah mengizinkan jeda kemanusiaan untuk memungkinkan makanan dan pasokan lainnya mengalir masuk dan orang asing dapat melarikan diri.

Hingga saat ini, IDF telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa. Kementerian Kesehatan Palestina sejauh ini mencatat sebanyak 11.818 warga Palestina tewas akibat serangan pemboman tentara Israel. Sebanyak 7.700 di antaranya terdiri dari perempuan dan anak-anak.

Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas oleh serangan udara yang membabi buta. Pihak kementerian juga melaporkan lebih 27.000 orang lainnya terluka akibat perang Israel-Hamas.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore