Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 13.55 WIB

PM Kanada Mengatakan Pembunuhan Terhadap Wanita, Anak-Anak dan Bayi di jalur Gaza Harus Diakhiri!

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, istrinya Sara, bersama Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Sumber: (File: Francois Mori/Pool via Reuters) - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kiri, istrinya Sara, bersama Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Sumber: (File: Francois Mori/Pool via Reuters)

JawaPos.com - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyerukan agar Israel menghentikan "pembunuhan bayi", yang mendapat tanggapan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dilansir JawaPos.com dari laman resmi media berita Al Jazeera, Justin Trudeau mengatakan pada hari Selasa (14/11) waktu setempat, bahwa "pembunuhan terhadap wanita, anak-anak, bayi" di Jalur Gaza yang terkepung harus diakhiri.

Netanyahu menentangnya, dan bersikeras bahwa Hamas bertanggung jawab atas kematian warga sipil karena pasukan Israel terus menggempur daerah kantong tersebut.

"Saya mendesak pemerintah Israel untuk menahan diri secara maksimal," kata Justin Trudeau dalam kritiknya yang paling tajam terhadap Israel sejak perang di Gaza meletus lebih dari lima minggu yang lalu.

"Dunia sedang menyaksikan, di TV, di media sosial - kita mendengar kesaksian para dokter, anggota keluarga, para penyintas, anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Dunia menyaksikan pembunuhan terhadap perempuan, anak-anak, dan bayi-bayi. Ini harus dihentikan," kata Justin Trudeau dalam sebuah konferensi pers di provinsi barat British Columbia.

"Bukan Israel yang dengan sengaja menargetkan warga sipil, tetapi Hamas yang memenggal, membakar dan membantai warga sipil dalam kengerian terburuk yang dilakukan terhadap orang Yahudi sejak Holocaust." Ujar Netanyahu, dalam sebuah postingan di X yang ditujukan kepada Justin Trudeau, pada hari Rabu (15/11) waktu setempat.

"Kekuatan-kekuatan peradaban harus mendukung Israel dalam mengalahkan kebiadaban Hamas," lanjut Netanyahu.

Kanada menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap Hamas setelah kelompok Palestina itu menyerang Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan 1.200 orang.

Namun, Kanada juga menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah korban tewas di daerah yang terkepung itu, di mana lebih dari 11.200 warga Palestina telah dibunuh oleh Israel sejak konflik dimulai.

"Harga dari keadilan tidak boleh berupa penderitaan yang terus berlanjut bagi seluruh warga sipil Palestina," kata Trudeau pada hari Selasa (14/11) waktu setempat.

"Semua perang memiliki aturan. Semua nyawa yang tidak bersalah memiliki nilai yang sama. Israel dan Palestina." lanjutnya.

Sekitar 350 warga negara Kanada, penduduk tetap dan anggota keluarga telah dievakuasi dari Gaza, tambahnya.

Pemimpin Kanada itu juga meminta Hamas untuk berhenti menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia dan membebaskan semua sandera yang mereka ambil pada tanggal 7 Oktober "dengan segera dan tanpa syarat".

Di X, Netanyahu mengatakan "Israel melakukan segalanya untuk menjauhkan warga sipil dari bahaya," bahkan ketika tentaranya tanpa henti membombardir Gaza.

Pada hari Rabu (15/11), tentara Israel menyerbu Rumah Sakit al-Shifa, yang telah mereka serang selama berhari-hari. Ribuan pasien dan warga Palestina yang mengungsi terjebak di dalamnya, termasuk puluhan bayi prematur yang sedang berjuang untuk hidup.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore