
Suella Braverman dipecat sebagai Mendagri pada Senin (13/11) setelah menuduh kepolisian menetapkan standar ganda dalam menyikapi demonstran Pro Palestina.
JawaPos.com – Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak, memecat Mendagri atau Menteri Dalam Negeri Suella Braverman pada Senin (13/11).
Sebelumnya, Suella Braverman telah memicu kemarahan parlemen karena ia menuduh polisi terlalu lunak terhadap demonstran pro Palestina.
Pada Senin (13/11), pemerintah Inggris mengatakan, bahwa Suella Braverman telah meninggalkan kantornya sebagai bagian dari perombakan kabinet menjelang pemilihan umum tahun depan.
Setelah dipecat, Suella Braverman mengatakan, “suatu privilege terbesar dalam hidupku untuk mengabdi sebagai Mendagri. Saya akan sampaikan lebih banyak hal nanti,” kata Braverman ke awak media dikutip dari Al Jazeera.
Sebelumnya, Perdana Menteri Rishi Sunak mendapat tekanan yang besar untuk memecat Mendagri yang berasal dari partai sayap kanan itu, setelah Braverman dinilai melakukan hal yang kontroversi.
Pasalnya, para pengamat dan kritikus menuduh Braverman meningkatkan eskalasi ketegangan selama berminggu-minggu unjuk rasa pro Palestina yang kontroversial dan protes balasan di Inggris.
Braverman yang mulanya ditunjuk menjadi Mendagri oleh PM Rishi Sunak pada 25 Oktober 2022 yang lalu, kini harus mundur dari jabatannya dan digantikan oleh Menteri Luar Negeri James Cleverly.
Sedangkan jabatan James Calverly sebagai Menlu kini dipercayakan kepada mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron.
Selama menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, Suella Braverman memang selalu memicu kontroversi, seperti mengambil sikap garis keras terkait isu imigrasi, yang memicu perpecahan para pemilih.
Namun posisinya sebagai Mendagri semakin tidak dapat dipertahankan setelah pekan lalu dia menulis artikel surat kabar yang berapi-api, dimana ia menuduh polisi bias terhadap para demonstran pro Palestina.
Tulisannya itu diduga memicu ketegangan antara kelompok pro Palestina dan pro Israel di Inggris, saat menjelang unjuk rasa Pro Palestina akhir pekan yang lalu atas konflik di Gaza, yang disertai kekerasan oleh kelompok sayap kanan yang kontra-demonstran.
Dalam satu bulan ini, terdapat demonstrasi besar-besaran setiap akhir pekan, dengan puluhan hingga ratusan ribu orang turun ke jalan untuk mengecam kampanye pemboman Israel di Jalur Gaza.
Baca Juga: PM Inggris Minta Anggota Kepolisian Jamin Ketertiban Demonstrasi Pro Palestina pada Sabtu Depan
Para demonstran Pro Palestina itu menuntut pemerintah Inggris menyerukan gencatan senjata. Penyelenggara demonstrasi mengatakan saat unjuk rasa mereka tidak akan melewati Cenotaph, tugu peringatan perang nasional Inggris di pusat Kota London.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
