Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 00.56 WIB

Kolkata dan Mumbai Susul New Delhi jadi Kota dengan Tingkat Polusi Tertinggi di Dunia

Kondisi pagi yang berasap di New Delhi ketika seekor anjing melintas di jalanan pada Senin (13/11). - Image

Kondisi pagi yang berasap di New Delhi ketika seekor anjing melintas di jalanan pada Senin (13/11).

JawaPos.com - New Delhi menjadi kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, setelah selama pekan lalu diselimuti kabut asap karena kegiatan konstruksi, pembakaran tunggul, dan asap kendaraan bermotor yang berlebih. Ketika Piala Dunia Kriket berlangsung pada pekan lalu, salah satu atlet dari Bangladesh sempat absen dalam latihan karena parahnya polusi di Delhi.

Belum lama ini, dua kota di India bergabung dengan New Delhi menjadi kota dengan polusi terburuk di dunia pada Senin (13/11) pagi menurut laporan yang dikutip dari Reuters, dengan asap tebal di udara akibat sehari sebelumnya orang-orang melepaskan petasan saat perayaan festival tahunan oleh umat Hindu yakni Diwali.

Ibu kota New Delhi, seperti yang sudah terjadi sebelumnya, menempati posisi teratas dengan polusi terburuk di dunia. Kota ini memiliki angka indeks kualitas udara (AQI) sebesar 420, menjadikannya kategori berbahaya menurut kelompok Swiss IQAir.

Peringkat kota dengan polusi terburuk juga diikuti oleh Kolkata di timur India, yang berada di peringkat keempat dengan AQI 196, dan kota Mumbai berada di peringkat kedelapan dengan AQI 163.

Tingkat AQI 400-500 berdampak pada orang sehat dan berbahaya bagi mereka yang mengidap penyakit, sedangkan tingkat 150-200 membawa ketidaknyamanan bagi penderita asma, paru-paru, dan jantung. Level 0-50 dianggap baik.

Lapisan kabut tebal mulai melanda New Delhi sejak Minggu (12/11) malam, menyebabkan AQI-nya mencapai angka 680 yang mengkhawatirkan.

Setiap tahun pihak berwenang memberlakukan larangan terhadap petasan di ibu kota, namun larangan tersebut jarang sekali diterapkan.

Pihak berwenang di New Delhi menunda keputusan sebelumnya untuk membatasi penggunaan kendaraan setelah hujan singkat pada Jumat (10/11) memberikan jeda dari paparan udara berpolusi selama seminggu.

Pemerintah daerah berencana meninjau kembali keputusan tersebut setelah perayaan Diwali.

Sebelumnya pada Kamis (9/11) pekan lalu, para ilmuwan di India berencana untuk menyemai awan buatan untuk memicu hujan, agar tingkat polusi udara dan kabut asap di New Delhi berkurang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore