Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 17.04 WIB

Pemerintah Luncurkan Program Baru Lindungi Hutan dan Kesehatan Masyarakat dari Ancaman Kebakaran dan Asap

Kebakaran hutan di Kanada menyelimuti Emore State Building pada 30 Juni 2023 di New York City (sumber: David Dee Delgado/Getty Images) - Image

Kebakaran hutan di Kanada menyelimuti Emore State Building pada 30 Juni 2023 di New York City (sumber: David Dee Delgado/Getty Images)

JawaPos.com  - Musim kemarau yang bekepanjangan pada tahun 2023 ini tidak memungkiri sering terjadinya kebakaran hutan di hampir berbagai belahan dunia.

Bahkan di Indonesia pun insiden kebakaran teah terjadi di berbagai daerah salah satunya di Gunung Bromo.

Bukan hany viral karena ulah pasangan pengantin yang menyalakan flare, namunkondisi kekeringan dan pemanasan global pun menjadi penyebab api cepat merembet.

Dilansir dari media abcnews, Jum'at (10/11), Pemerintahan Joe Biden minggu ini mengumumkan fokus lintas-lembaga untuk menjaga masyarakat dari dampak asap kebakaran hutan, sebagai bagian dari strategi holistik untuk mencegah terjadinya kebakaran besar yang mengancam keselamatan warga.

“Tahun ini telah memberikan pelajaran bagi seluruh negara dan dunia bahwa kebakaran hutan tidak mengenal batas negara bagian – dampaknya merata dan memerlukan pendekatan yang terpadu dan kerjasama yang erat,” ujar Menteri Dalam Negeri Deb Haaland dalam pernyataannya.

“Pemerintahan Biden-Harris bertekad menggunakan semua sarana yang ada untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap kebakaran hutan, sambil juga memastikan bahwa kita memiliki strategi yang tepat untuk mengurangi risiko kebakaran hutan besar dan tingkat keparahannya di masa mendatang,” tambah Haaland.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran di SMP Negeri 8 Makassar, Siswa Kembali Belajar Daring

Sebuah Memorandum of Understanding (MOU) telah resmi disepakati oleh Departemen Dalam Negeri, Badan Perlindungan Lingkungan, Departemen Pertanian, dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Dalam kesepakatan sukarela ini, lembaga-lembaga tersebut berkomitmen untuk bekerja sama dengan lebih intensif guna mendorong penggunaan pembakaran yang terkendali dalam upaya pengelolaan hutan dan wilayah lainnya, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kebakaran besar.

Mereka juga bekerja sama dalam upaya persiapan lebih baik dan pencegahan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh asap kebakaran hutan di kota-kota yang terkena dampak, termasuk peningkatan dalam peramalan kejadian asap.

Tahun 2023 telah menjadi catatan buruk dalam sejarah musim kebakaran hutan, seperti yang diungkapkan oleh layanan perubahan iklim Copernicus dari Uni Eropa.

Di Amerika Serikat, asap dari kebakaran hutan di Kanada telah menyebabkan tingkat peringatan kualitas udara yang berlangsung berhari-hari di beberapa kota terbesar, meningkatkan keprihatinan atas dampak kesehatan bagi jutaan penduduk.

Perjanjian Memorandum of Understanding (MOU) terbaru ini merupakan tindak lanjut dari laporan terbaru yang menyoroti perlunya fokus seluruh lembaga pemerintah pada upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan, disertai dengan tindakan lanjutan dari Kongres.

Gedung Putih juga telah mengajukan permohonan tambahan dana untuk meningkatkan gaji petugas pemadam kebakaran hutan dan meningkatkan alokasi dana untuk usaha bantuan dalam keadaan bencana.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore