Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 02.50 WIB

Ratusan Perusahaan Besar Meminta Pemimpin Dunia untuk Berhenti Gunakan Bahan Bakar Fosil

Sebuah kampanye - Image

Sebuah kampanye

JawaPos.com - Perusahaan-perusahaan besar menulis surat kepada para kepala negara yang meminta mereka untuk mengadopsi kesepakatan global untuk 'menghapuskan' bahan bakar fosil.

Hal ini diperkirakan akan menjadi topik hangat pada negosiasi iklim Internasional mendatang.

Lebih dari 130 perusahaan, termasuk Volvo Cars, Ikea, Unilever, Nestlé, dan AstraZeneca, menandatangani surat yang menyerukan pemerintah untuk mengadopsi rencana global untuk menghapuskan bahan bakar fosil tanpa penangkapan karbon selama negosiasi iklim Internasional mendatang.

"Bisnis kami merasakan dampak dan kerugian dari meningkatnya kejadian cuaca ekstrem akibat perubahan iklim," kata surat itu.

"Kita mempunyai peran penting dalam memberikan sinyal yang jelas tentang penggunaan energi kita di masa depan, yang dengan cepat menjadi lebih bersih melalui energi terbarukan,” tambahnya.

Hal ini dikoordinasikan oleh We Mean Business Coalition yang mengadvokasi nol emisi gas rumah kaca.

Bersama-sama, para penandatangan mewakili hampir USD 1 triliun atau sekitar Rp 15 kuadriliun pendapatan tahunan global dari berbagai industri, mulai dari bir (Heineken) hingga farmasi (Bayer) dan telekomunikasi (Vodafone Group).

Ada beberapa nama terkenal di bidang teknologi, eBay dan Hewlett Packard Enterprise.

Namun raksasa teknologi lain yang cukup vokal mengenai tujuan iklim mereka seperti Apple, Google, dan Amazon tidak masuk dalam daftar perusahaan penandatangan.

Hal ini menunjukkan betapa sulitnya upaya untuk mencapai konsensus mengenai kesepakatan global untuk menghilangkan bahan bakar fosil.

Perusahaan dan pemerintah semakin menunjukkan upaya mereka untuk melawan perubahan iklim.

Namun banyak pihak yang tidak berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan bahan bakar fosil yang menyebabkan pemanasan global, terutama bagi mereka yang akan kehilangan bisnis akibat perjanjian tersebut.

Para penandatangan mengatakan mereka 'mengambil tindakan dan berupaya untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap'.

Meski begitu, mereka menulis bahwa mereka 'tidak dapat melakukan transisi ini sendirian dengan aman dan efisien'. Itu sebabnya mereka meminta para kepala negara untuk menetapkan kebijakan yang mempercepat penggunaan energi terbarukan.

Para kepala negara akan berkumpul di Dubai untuk konferensi iklim PBB yang dimulai pada 30 November. Topik hangat di KTT ini adalah, apakah negara-negara dapat menyetujui rencana untuk meninggalkan bahan bakar fosil.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore