Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 00.14 WIB

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Tolak Permintaan Presiden Palestina Soal Gencata Senjata

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bersama Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat, Palestina (Doc/Jonathan Ernst/AP) - Image

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bersama Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat, Palestina (Doc/Jonathan Ernst/AP)

JawaPos.Com— Pada Minggu (5/11), Menurut seorang pejabat Palestina, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken menolak permintaan Mahmoud Abbas yang merupakan Presiden Palestina terkait gencatan senjata di Jalur Gaza.

Dilansir melalui ANTARA, pada Senin (6/11), Kepada Xinhua, pejabat tersebut mengatakan bahwa Blinken menegaskan kembali bahwa hal itu merupakan "hak Israel untuk mempertahankan diri dan melanjutkan kampanye militernya" di Gaza.

Hal tersebut dikatakan dalam pertemuan Blinken dengan Abbas di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Diketahui, Blinken berkunjung ke Ramallah berlangsung sekitar satu jam.

Dirinya bertemu dengan Abbas beserta para ajudan seniornya untuk mendiskusikan soal konflik Israel-Hamas yang sedang berlangsung.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa Blinken telah berjanji untuk menekan Israel agar tidak membahayakan warga sipil dan menyediakan tempat yang aman bagi bantuan kemanusiaan, tetapi Blinken menolak untuk membahas soal gencatan senjata pada tahap ini.

Dilansir melalui Al-Jazeera, Senin (6/11), Blinken mengatakan AS berkomitmen untuk memberikan bantuan ke Gaza dan memulihkan layanan penting usai Israel memutus akses terhadap makanan, air, dan listrik di daerah yang terkepung itu.

Namun, AS menentang gencatan senjata serta hanya menyetujui adanya jeda untuk memfasilitasi bantuan kemanusiaan dan mengizinkan sebagian warga keluar dari Gaza melalui perbatasan Rafah yang dikuasai Mesir.

Selain itu, pejabat tersebut juga mengatakan bahwa Abbas dan Blinken sepakat dengan solusi dua negara dan mengusahakannya usai konflik di Gaza berakhir.

Konflik Israel-Hamas, telah berlangsung selama hampir satu bulan telah menewaskan 9.770 warga Palestina di Gaza.

Sementara di Israel, 1.400 orang telah menjadi korban jiwa, sebagian besar akibat serangan militer Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, yang memicu konflik yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore