
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Muqata, Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, hari Minggu (5/11). (Jonathan Ernst/REUTERS)
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, melakukan kunjungan mendadak ke Tepi Barat pada hari Minggu (5/11).
Di kesempatan itu, Ia bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Ramallah.
Dalam pertemuannya, Presiden Palestina mengatakan kepada Menlu AS, Antony Blinken, untuk segera mengupayakan gencatan senjata.
Ia mendesak agar AS segera membujuk Israel untuk menyetujui gencatan senjata karena jumlah korban tewas di Gaza saat ini telah mendekati 10.000 jiwa.
Dilansir dari berbagai sumber, Israel telah melancarkan serangan udara terhadap kamp pengungsi Maghazi selama semalam, mulai hari Sabtu (4/11), hingga hari Minggu (5/11) pagi, dan menewaskan 50 orang, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza.
"Kami meminta kepada Anda, untuk segera menghentikan mereka melakukan kejahatan ini," kata Abbas kepada Blinken, dikutip dari Reuters.
Bernard Smith, dari Aljazeera, mengatakan bahwa pertemuan antara Presiden Palestina dan Blinken berlangsung tidak sampai satu jam lamanya.
"Tidak ada pernyataan di akhir pertemuan dari kedua belah pihak. Yang diketahui, Abbas meminta gencatan senjata, seperti yang dilakukan oleh para pemimpin Arab, namun Blinken menolak permintaan tersebut dan akan melakukan hal yang sama terhadap Abbas," ujar Smith, dikutip dari Aljazeera.
Saat ini, Presiden Palestina, Abbas, hanya mempunyai sedikit pengaruh di Gaza sejak Hamas mengambil alih daerah kantong tersebut pada tahun 2007.
"Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkan perang genosida dan kehancuran yang mengakibatkan rakyat Palestina menjadi korban di tangan mesin perang Israel, tanpa memperhatikan aturan hukum Internasional," ujar Abbas kepada kantor berita Palestina, WAFA, dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Blinken diketahui melakukan pertemuan dengan para Pemimpin Arab di Amman, pada Sabtu (4/11).
Para pemimpin yang hadir diantaranya mewakili Qatar, Saudi, Mesir, Yordania, dan /uni Emirat Arab.
Dalam konferensi tersebut, para pemimpin Arab juga mendesak Washington untuk segera membujuk Israel agar melakukan gencatan senjata. Namun, Blinken dengan tegas menolak permintaan tersebut.
Menurutnya, jika adanya gencatan senjata, hal itu akan menguntungkan bagi Hamas.
Memungkinkan mereka untuk bertahan, berkumpul kembali, dan mengulangi penyerangan seperti pada 7 Oktober silam.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
