Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 14.35 WIB

Jadi Satu-Satunya Harapan Warga Palestina, Rumah Sakit Indonesia Perlu Lakukan Percepatan Bantuan Obat-Obatan

Percepatan bantuan untuk warga Palestina./ANTARA - Image

Percepatan bantuan untuk warga Palestina./ANTARA

JawaPos.com - Blokade dan serangan berturut-turut dari Israel sedang digencarkan ke daerah padat penduduk, Gaza utara.

Hal tersebut membuat Rumah Sakit Indonesia yang berada di jalur Gaza dituntut untuk dapat melakukan percepatan bantuan pada pasien khususnya dalam hal obat-obatan

"Banyak pasien yang dirawat di Rumah Sakit Indonesia dan mengatakan bahwa mereka belum mendapatkan obat-obatan selama beberapa hari," kata seorang relawan organisasi kemanusiaan MER-C, Fikri Rofiul Haq pada Sabtu, (4/11).

Relawan MER-C itu menambahkan bahwa, pada saat ini Rumah Sakit Indonesia merupakan satu-satunya rumah sakit terbesar di Gaza utara, sehingga korban yang terkena dampak perang akan menerima perawatan di rumah sakit ini.

Ia mengatakan saat ini ada lebih dari 2.000 orang yang mengungsi di rumah sakit Indonesia.

Selain itu ada 1.300 lebih korban jiwa, dimana sekitar 60-80 persennya adalah anak-anak dan perempuan.

Terdapat juga lebih dari 4.000 korban luka-luka di rumah sakit itu.

Saat ini Rumah Sakit Indonesia sedang menghadapi krisis energi akibat tidak adanya listrik.

Karena hal itulah akhirnya rumah sakit hanya bisa mengandalkan dari dua buah generator untuk tetap beroperasi.

Namun seperti masalah tak pernah ada habisnya, satu dari dua generator yang dimiliki rumah sakit Indonesia tersebut rusak.

Sedangkan satu generator lainnya masih berfungsi, namun terkendala pasokan bahan bakar yang terbatas sehingga kurang maksimal digunakan.

Terbatasnya bahan bakar untuk generator ini disebabkan oleh blokade Israel.

PBB juga mengatakan hal yang sama bahwa Israel secara terang-terangan menolak pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza utara sejak Senin (23/10).

Sejak satu bulan yang lalu, Israel menginstruksikan 1,1 juta penduduk jalur Gaza utara untuk mengungsi ke wilayah Gaza selatan yang letaknya berada dekat perbatasan pintu perbatasan jalur Gaza dan Mesir (Rafah).

Kemudian truk-truk bantuan kemanusiaan untuk pertama kalinya memasuki Jalur Gaza melalui pintu lintas batas Rafah sejak perang Israel-Hamas pecah pada Sabtu, (7/10).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore